Filesatu.co.id, Karawang | Sebanyak 837 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang menerima remisi umum dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Pemberian remisi tersebut menjadi bagian dari rangkaian Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Lapangan Karangpawitan, Kabupaten Karawang. Secara simbolis, remisi diserahkan kepada tiga orang warga binaan oleh Bupati Karawang Aep Syaepuloh bersama Kepala Lapas Kelas IIA Karawang, Ma’ruf Prasetyo Hadianto.
Kalapas Kelas IIA Karawang Ma’ruf Prasetyo Hadianto mengatakan, dari total 837 warga binaan yang mendapatkan remisi, sebanyak 827 orang memperoleh Remisi Umum I (RU I). Artinya, mereka masih harus menjalani masa pidana sekaligus mengikuti program pembinaan di Lapas Karawang.
Sementara itu, sebanyak 10 warga binaan memperoleh Remisi Umum II (RU II). Dari jumlah tersebut, dua orang langsung dinyatakan bebas bertepatan dengan momentum HUT ke-81 RI. Sedangkan delapan warga binaan lainnya masih harus menjalani masa pidana karena memiliki kewajiban menjalani pidana subsider.
“Sebanyak 837 warga binaan memperoleh remisi umum. Ada yang memperoleh Remisi Umum II dan langsung hari ini bebas, ada juga yang masih harus menjalani subsider. Kemudian 827 warga binaan lainnya memperoleh Remisi Umum I,” ujar Ma’ruf kepada awak media.
Menurut Ma’ruf, remisi diberikan kepada warga binaan yang telah memenuhi persyaratan administratif maupun substantif. Salah satu persyaratannya adalah telah menjalani masa pidana sekurang-kurangnya enam bulan serta memenuhi ketentuan Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana (SPPN).
“Yang mendapatkan remisi sekurang-kurangnya sudah menjalani pidana enam bulan. Kemudian syaratnya harus lengkap, baik administrasi maupun substantif,” katanya.
Ma’ruf menjelaskan, warga binaan yang memperoleh kebebasan juga telah mendapatkan berbagai program pembinaan dan pelatihan sebagai bekal sebelum kembali ke tengah masyarakat. Program tersebut diharapkan mampu memberikan keterampilan sekaligus membangun kemandirian warga binaan setelah menyelesaikan masa pidananya.
Salah satu warga binaan yang mendapatkan remisi dan kebebasan adalah Amun. Sebelumnya, Amun mengikuti program asimilasi melalui kegiatan di Laskar Farm Lapas Kelas IIA Karawang. Selama lebih dari satu tahun, ia mengikuti berbagai kegiatan pertanian dan peternakan, termasuk pemeliharaan sapi dan domba.
Menariknya, meski telah dinyatakan bebas, Amun berencana kembali ke Lapas Kelas IIA Karawang untuk bekerja di Laskar Farm. Hal tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa program pembinaan dan pelatihan yang diberikan selama menjalani masa pidana dapat menjadi bekal untuk memperoleh pekerjaan setelah bebas.
Ma’ruf berharap keterampilan yang diperoleh warga binaan selama mengikuti program pembinaan dapat membantu mereka beradaptasi dan diterima kembali di lingkungan masyarakat.
“Insyaallah dari kegiatan di Laskar Farm sudah bisa terbiasa dan insyaallah diterima oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, proses pembinaan warga binaan di Lapas Kelas IIA Karawang tidak hanya dilakukan melalui kegiatan keterampilan dan pekerjaan. Pembinaan juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari kegiatan pendidikan hingga keterlibatan mahasiswa dan masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali menjalani kehidupan secara normal, mandiri, dan berkontribusi secara positif setelah memperoleh kebebasan.
Pemberian remisi pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi bentuk penghargaan terhadap warga binaan yang telah menunjukkan perilaku baik serta mengikuti ketentuan pembinaan selama menjalani masa pidana. Di sisi lain, remisi juga diharapkan menjadi motivasi bagi warga binaan lainnya untuk terus mengikuti seluruh program pembinaan dengan baik.
Dengan adanya program pembinaan yang berkelanjutan, Lapas Kelas IIA Karawang berharap warga binaan tidak hanya menyelesaikan masa pidana, tetapi juga memiliki keterampilan dan kesiapan mental untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat serta menjalani kehidupan yang lebih baik.










