Dari Kios ke Drop Zone, KAI Daop 7 Madiun Revolusi Area Timur Stasiun Tulungagung

Filesatu.co.id, Tulungagung | PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mulai menata ulang kawasan Stasiun Tulungagung. Langkah ini diawali dengan penataan sisi timur stasiun melalui pembongkaran 84 kios yang berada di kawasan tersebut, Rabu (12/8/2026).

Penataan dilakukan untuk mengubah area tersebut menjadi akses jalan yang lebih luas, area parkir yang lebih representatif, serta drop zone bagi penumpang. KAI menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mengurai kepadatan kendaraan di kawasan stasiun.

Bacaan Lainnya

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan penataan kawasan menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan akses stasiun yang lebih tertib dan nyaman.

“Tujuan utama kami adalah mengubah wajah Stasiun Tulungagung menjadi lebih tertata, rapi, dan mudah diakses. Penataan ini krusial untuk mengurai kepadatan, terutama di area naik-turun penumpang, sehingga arus kendaraan di kawasan stasiun menjadi lebih lancar dan nyaman,” ujar Tohari.

Menurutnya, proses penataan telah didahului komunikasi dengan para penyewa kios. Dari 84 kios yang berada di area tersebut, terdapat 13 penyewa yang menempati lahan.

Tohari memastikan KAI tetap memperhatikan hak para pengontrak, khususnya bagi kios yang masa kontraknya masih berlangsung.

“Kami telah berkoordinasi dengan para pengontrak. Bagi kios yang masa kontraknya masih berjalan, KAI memberikan kompensasi sesuai aturan yang berlaku,” tambahnya.

Pembongkaran dan pembersihan kawasan dilakukan secara kolaboratif. KAI menggunakan alat berat, sementara para pengontrak turut berpartisipasi membongkar kios masing-masing secara kooperatif.

Setelah tahap awal penataan selesai, KAI akan melanjutkan pembangunan fasilitas pendukung kawasan parkir dan akses penumpang.

Tohari berharap proses tersebut mendapat dukungan masyarakat sehingga wajah baru Stasiun Tulungagung dapat segera dinikmati pengguna jasa kereta api.

“Kami memohon dukungan masyarakat dan pelanggan setia KAI atas langkah penataan ini. KAI berharap, Stasiun Tulungagung akan memberikan standar layanan yang jauh lebih baik bagi masyarakat Tulungagung dan sekitarnya,” tutup Tohari.(hms/an)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *