Komisi IV DPRD Banyuwangi ke Dishub Jatim, Dorong Percepatan Atasi Macet Pelabuhan Ketapang

Filesatu.co.id, Banyuwangi | Komisi IV DPRD Banyuwangi melakukan kunjungan kerja ke Dinas Perhubungan Jawa Timur, Selasa 30/6/2026. Tujuannya satu: mendorong percepatan penanganan kemacetan di jalur menuju Pelabuhan Penyeberangan ASDP Ketapang.

Bacaan Lainnya

Rombongan wakil rakyat Bumi Blambangan diterima langsung Kepala Dishub Jatim Dr. Ir. Nyono, S.T. bersama jajaran. Pertemuan berlangsung hangat dengan fokus diskusi solusi konkret untuk mengurai antrean kendaraan di pelabuhan tersibuk lintas Jawa-Bali itu.

Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Patemo, meminta Dishub Jatim segera merealisasikan pembangunan akses baru. Rencananya berupa jembatan penghubung dari buffer zone atau kantong parkir logistik di Kelurahan Bulusan langsung menuju Pelabuhan LCT Ketapang.

“Kami berharap Dishub Jatim segera membangun jembatan penghubung dari kantong parkir Kelurahan Bulusan ke Pelabuhan LCT yang menjadi kewenangannya. Alhamdulillah responsnya positif dan Dishub Jatim meminta ASDP untuk segera melakukan kajian,” ujar Patemo.

Selain itu, Komisi IV juga mengusulkan upgrading dermaga movable bridge agar mampu melayani kendaraan berat sampai 50 ton secara bertahap. Menurut Patemo, Dishub Jatim menargetkan upgrading dermaga Pelabuhan Ketapang mulai dilakukan tahun ini.

Dishub Jatim juga mendorong ASDP membangun buffer zone baru di sekitar Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo. Area ini disiapkan sebagai rest area sekaligus kantong parkir kendaraan logistik untuk mencegah antrean panjang di jalur utama saat peak season, cuaca buruk, atau penutupan operasional.

“Buffer zone sebaiknya dibangun sebelum Pelabuhan Ketapang. ASDP bisa sharing lahan dengan PTPN yang punya aset di Desa Bangsring,” pungkasnya.

Kemacetan Ketapang saat peak season juga jadi perhatian Pemkab Banyuwangi. Bupati Ipuk Fiestiandani sudah mengajukan dukungan ke Kementerian Perhubungan. Usulannya meliputi pelebaran jalan menuju pelabuhan, penguatan kapasitas dermaga, hingga percepatan pembangunan Tol Besuki-Banyuwangi.

Bagi Bupati Ipuk, Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk adalah gerbang utama konektivitas Jawa-Bali-Nusa Tenggara. Perannya vital untuk mobilitas warga dan distribusi logistik nasional.

Program prioritas yang diajukan ke pusat antara lain pelebaran ruas jalan nasional titik rawan macet: Ketapang-Jembatan Sungai Selogiri, Watudodol-Jembatan Grand Watudodol, serta jalur nasional di Kecamatan Wongsorejo.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *