Kemacetan Ketapang Bukan Soal Kapal, Tapi Dermaga: ini 3 Langkah Jangka Pendek yang Diusulkan DPRD

Filesatu.co.id, Bayuwangi | Kemacetan panjang di Pelabuhan Ketapang bikin Komisi IV DPRD Banyuwangi angkat bicara. Komisi IV mendorong ASDP Indonesia Ferry segera bangun dermaga baru dan upgrade dermaga movable bridge (BC) yang ada agar muat kendaraan 50 ton ke atas, termasuk truk sumbu tiga.

Dorongan itu keluar usai rapat koordinasi bersama seluruh stakeholder penyeberangan di Kantor ASDP Cabang Ketapang, Kamis (25/06/2026).

Bacaan Lainnya

Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi Patemo bilang, macet di lintasan Ketapang-Gilimanuk bukan karena armada kapal kurang. Akar masalahnya ada di infrastruktur dermaga yang sudah tidak sepadan dengan volume kendaraan.

“DPRD Banyuwangi minta ASDP dan semua stakeholder bergerak cepat. Dermaga harus di-upgrade, biar antrean logistik nggak sampai meluber ke jalan nasional,” kata Patemo pada awak media.

Petemo menegaskan dari hasil Hasil rapat menyepakati 3 jurus cepat untuk urai kemacetan.

1.  ASDP koordinasi dengan kepolisian dan pemda untuk menahan sementara kendaraan di luar pelabuhan saat volume melonjak atau cuaca buruk.
2.Manajemen rekayasa lalu lintas. Alihkan kendaraan dari jalan utama ke jalur alternatif supaya nggak numpuk di depan pelabuhan.
3. Optimalkan buffer zone,  gunakan Terminal Sritanjung dan kawasan Bulusan khusus parkir truk logistik, biar antrean nggak menjalar ke jalan raya.

“Semua langkah ini harus dievaluasi rutin lewat rapat bersama. Tujuannya biar distribusi logistik lancar dan masyarakat nyaman,” lanjut Patemo.

Sementara dikatakan Petemo, untuk jangka panjang, ASDP diminta segera ajukan pembangunan dermaga baru upgrade dermaga MB eksisting. Targetnya dermaga mampu layani kendaraan di atas 50 ton, sehingga truk logistik nggak perlu lama antre di buffer zone.

“Biang macetnya ya dermaga. Kalau kapasitasnya naik, arus Jawa-Bali pasti lebih cepat,” tegasnya.

Komisi IV juga soroti Pelabuhan Tanjung Wangi. Operasional kapal Long Distance Ferry ke Lombok turun dari 4 kapal jadi 2 kapal. Akibatnya distribusi logistik ke Lombok terganggu, dan banyak truk akhirnya numpuk di Ketapang menuju Bali.

General Manager ASDP Cabang Ketapang Arief Eko Kurniansyah menyatakan siap menindaklanjuti. ASDP akan percepat penambahan dermaga, upgrade kapasitas MB, dan wacana akses jembatan dari area Bulusan ke pelabuhan.

“Dengan dermaga baru dan kapasitas lebih besar, kendaraan logistik tonase besar bisa dilayani optimal. Arus barang Jawa-Bali juga lebih cepat,” ujar Arief.

ASDP juga punya rencana tambah dermaga di Gilimanuk biar seimbang dengan Ketapang. Tapi masih terkendala lahan terbatas.

Arief optimis antrean mulai menyusut. Pagi tadi antrean sempat sampai Desa Bangsring, sekarang sudah mundur ke Terminal Sritanjung. Kepadatan dipicu libur sekolah  mobilitas logistik tinggi.

“Semoga sore ini antrean bisa segera menyurut kembali,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *