Filesatu.co.id, Jamber | Ikatan Keluarga Alumni Politeknik Negeri Jember (IKAPJ) sukses menggelar Kongres II Tahun 2026 pada Sabtu, 16 Mei 2026. Mengusung tema “Menuju Alumni yang Mandiri, Berdaya Saing Global, dan Berdampak bagi Bangsa”, kongres menjadi momentum penting untuk menentukan arah baru organisasi alumni agar lebih profesional dan mandiri.
Kegiatan berlangsung di Aula Serbaguna PT Benih Citra Asia, Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, Jember. Selain menjadi ajang estafet kepemimpinan, kongres ini juga menjadi ruang evaluasi perjalanan organisasi sejak berdiri pada 14 Oktober 2021.
Ketua Umum IKAPJ periode 2021–2025, Firdaus Malik, SST., GR., dalam pidato akhir masa jabatannya memaparkan capaian organisasi selama empat tahun.
Ia menjelaskan, IKAPJ memulai perjalanan dengan keterbatasan, hanya bermodalkan dana awal Rp10 juta dari donatur dan dukungan penuh Politeknik Negeri Jember. Meski begitu, pengurus pertama berhasil membangun pondasi organisasi yang solid.
Selama masa kepemimpinannya, IKAPJ merealisasikan 32 program kerja, membentuk 7 cabang resmi di Banyuwangi, Situbondo, Bondowondo, Probolinggo, Lumajang, Jember, dan Sulawesi, serta mendirikan 4 IKAPJ tingkat jurusan.
Firdaus menekankan pentingnya menjaga independensi organisasi dari kepentingan politik praktis. Ia berharap pengurus baru dapat memperkuat program beasiswa, memperluas jejaring bisnis antarsalumni, dan membantu penyerapan lulusan Polije di dunia kerja dan industri
Peserta kongres secara aklamasi menetapkan Ir. H. Slamet Sulistiono, S.P., http://M.Tr.P., IPM., ASEAN Eng., sebagai Ketua Umum IKAPJ periode 2026–2031.
Dalam paparan visi dan misinya, Presiden Direktur PT Benih Citra Asia itu berbagi kisah perjuangan dari keluarga buruh perkebunan hingga berhasil membangun perusahaan perbenihan nasional yang produknya sudah menembus pasar internasional.
H. Slamet menegaskan, IKAPJ harus mandiri secara finansial melalui pengembangan bisnis berbasis jaringan alumni. Menurutnya, puluhan ribu alumni Polije adalah kekuatan besar yang bisa dikembangkan menjadi ekosistem bisnis saling mendukung.
Ia mencontohkan potensi pengembangan sektor perbenihan, seperti jagung, yang bisa dijalankan cabang-cabang IKAPJ di daerah. Konsep ini diyakini mampu menghasilkan pendapatan organisasi hingga miliaran rupiah tanpa bergantung pada iuran anggota atau proposal kegiatan.
Selain kemandirian ekonomi, pengurus baru juga berencana menerapkan tata kelola yang lebih profesional dengan mengadopsi standar ISO 9001:2015. Pembentukan unit-unit bisnis nyata juga akan menjadi bagian dari transformasi organisasi.
Direktur Politeknik Negeri Jember sekaligus Ketua Dewan Penasihat IKAPJ, Ir. Saiful Anwar, S.T.P., M.P., mengapresiasi dedikasi kedua tokoh tersebut. Ia menilai Firdaus Malik berhasil meletakkan fondasi kokoh dan menyatukan alumni dalam satu identitas kuat.
Saiful Anwar menilai terpilihnya H. Slamet Sulistiono sebagai langkah strategis menjawab tantangan masa depan. Gaya kepemimpinan yang visioner dan praktis diharapkan membawa IKAPJ menjadi organisasi alumni besar, mandiri, dan berarah jelas.
Ia menambahkan, visi kepemimpinan baru sejalan dengan target Polije untuk menjadi politeknik unggulan di tingkat Asia. Karena itu, seluruh pengurus pusat dan cabang diminta memperkuat koordinasi dan sinergi demi mewujudkan cita-cita bersama.
Kongres II IKAPJ 2026 pun menjadi simbol semangat baru alumni Politeknik Negeri Jember untuk membangun organisasi yang solid, profesional, mandiri, dan berdampak nyata bagi masyarakat serta bangsa Indonesia (Togas).










