Filesatu.co.id, JAKARTA | AWAL tahun 2026 menjadi momentum krusial bagi partai politik berlambang banteng moncong putih di seluruh Indonesia. Sekretaris DPC PDI Perjuangan Karawang, H. Toto Suripto, SE, SH, MH, memberikan penegasan mendalam mengenai signifikansi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 PDI Perjuangan.
Menurut pria yang akrab disapa Jito tersebut, agenda besar yang berlangsung di Jakarta ini bukan sekadar seremoni rutin tahunan yang bersifat formalitas. Sebaliknya, Rakernas I merupakan tonggak sejarah penting bagi konsolidasi ideologis partai dalam menghadapi dinamika politik nasional yang kian kompleks dan dinamis pasca-pemilu.
Dalam keterangannya di sela-sela agenda partai, Jito menekankan bahwa Rakernas I adalah simbol kekuatan PDI Perjuangan sebagai penyeimbang demokrasi di Indonesia. Sebagai partai dengan akar sejarah yang panjang, PDI Perjuangan terus memposisikan diri sebagai kekuatan kritis yang tetap mengedepankan kerja nyata di tengah denyut nadi kehidupan rakyat jelata atau “wong cilik”.
“PDI Perjuangan bukan hanya partai politik yang mengejar kekuasaan semata, tetapi merupakan wadah perjuangan bagi seluruh rakyat. Rakernas ini memastikan arah gerak kami tetap lurus pada rel ideologi yang telah digariskan,” ujar mantan Ketua DPRD Karawang tersebut dengan tegas. Minggu (11/01/26).
Semangat juang partai pimpinan Megawati Soekarnoputri ini, menurut Jito, kini difokuskan pada upaya memuliakan kemanusiaan dan memperjuangkan keadilan sosial. Komitmen ini bukan sekadar retorika politik di atas kertas, melainkan telah teruji secara empiris melalui berbagai aksi lapangan yang dilakukan oleh kader-kader partai di pelosok negeri.
Salah satu bukti nyata yang disoroti adalah peran strategis Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan. Kader Baguna tercatat selalu hadir di garis terdepan saat bencana alam melanda berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, hingga Jawa Barat. Semangat gotong royong ini menjadi bukti autentik bahwa konsolidasi partai berbanding lurus dengan manfaat konkret yang dirasakan oleh masyarakat luas.
HUT ke-53 ini mengusung tema besar “Satyam Eva Jayate”, sebuah kutipan kuno yang berarti “Kebenaran Pasti Menang”. Jito menyebut tema ini sebagai kompas moral bagi seluruh kader. Kutipan tersebut bukan sekadar slogan, melainkan manifestasi dari ideologi Pancasila dan semangat kelahiran 1 Juni 1945 yang wajib dijiwai oleh generasi masa kini.
Secara khusus, Jito berpesan kepada generasi muda, khususnya pemuda di Karawang, agar menjadikan “Satyam Eva Jayate” sebagai landasan etika dalam berkomunikasi, terutama di ruang digital yang penuh tantangan. Di tengah derasnya arus disinformasi dan hoaks, pemuda diharapkan berani berbicara kritis sebagai refleksi dari kebebasan berpendapat yang dilindungi oleh konstitusi. Baginya, keberanian mengambil jalan anti-mainstream demi membela kebenaran adalah wujud nyata integritas seorang kader sejati.
Dengan mengutip penggalan lirik lagu kebangsaan Indonesia Raya, “Disanalah aku berdiri untuk selama-lamanya”, Jito menggambarkan resiliensi PDI Perjuangan yang tetap kokoh meski dihantam badai dinamika politik. Kalimat ini menjadi pengingat bagi seluruh kader akan keteguhan partai dalam menjaga jalan kerakyatan dan menolak segala bentuk pragmatisme politik yang berpotensi merugikan hajat hidup bangsa.
Poin krusial lain yang digarisbawahi adalah komitmen partai dalam mempertahankan sistem Pilkada langsung. PDI Perjuangan bertekad menjaga kedaulatan rakyat agar tidak mudah dikooptasi oleh kepentingan segelintir elite. Terkait isu tingginya biaya politik, Jito berpendapat bahwa hal tersebut bisa ditekan melalui budaya gotong royong dan penegakan hukum yang konsisten tanpa pandang bulu.
Rakernas I ini dirancang secara komprehensif untuk membedah berbagai isu strategis nasional dan global yang berdampak langsung pada rakyat. Beberapa poin utama yang dibahas meliputi:
- Geopolitik dan Krisis Ekologis: Menentukan arah kebijakan partai dalam menghadapi ancaman perubahan iklim ekstrem dan pergeseran kekuatan politik dunia yang berpengaruh pada kedaulatan nasional.
- Ekonomi dan Pemberantasan Korupsi: Merumuskan solusi konkret untuk penguatan ekonomi kerakyatan serta pembersihan birokrasi dari praktik korupsi sistemik yang merusak tatanan pembangunan.
- Internal Partai: Penguatan struktur organisasi hingga tingkat akar rumput (anak ranting) serta peningkatan tanggung jawab kader terhadap konstituen di daerah masing-masing.
Jito menambahkan bahwa target utama dari Rakernas ini adalah memulihkan psikologis kader pasca-Pemilu 2024. Partai ingin membuktikan bahwa PDI Perjuangan tetap solid dan justru semakin kuat saat menghadapi tekanan eksternal. “Partai harus terus menjadi magnet bagi kaum muda, kaum perempuan, dan tentu saja kaum marhaen,” pungkasnya penuh optimisme.





