Filesatu.co.id, Banyuwangi |Karnaval budaya Tegalsari Beauty Carnaval (TBC) di peringatan HUT RI ke-80 sukses digelar diikuti 12 peserta. Para peserta menyajikan parade Sound sebagai pengiring lagu saat mereka tampil dengan berbagai macam seni dan busana.
Adanya Sound kapasitas getar cukup besar tersebut, panitia sebelumnya sudah menginformasikan kepada masyarakat dan mengevakuasi para lansia agar pindah tempat tinggal sementara di rumah keluarganya untuk antispasi hal yang tidak diinginkan.
”Antispasi mereka (lansia) yang tinggal di kawasan jalan yang dilewati Sound sementara dibawa ke tempat keluarga lainnya,” demikian dikatakan Aris Setiawan, MT ketua panita ditemui media ini. Kamis (4/9/2025).
Selain lansia yang dievakuasi, Aris juga membuat komitmen bersama peserta bersedia memperbaiki kembali jika ada rumah warga yang mengalami kerusakan secara gratis.
”Termasuk hal itu, jadi sudah sampaikan jika ada insiden rumah warga yang terdampak mengalami kerusakan kita siapkan dana, dan panitia bersedia memperbaiki seperti semula karena itu tanggung jawab panitia,” kata Aris.
Untuk itu, Aris menyerukan kepada lapisan masyarakat Desa Tegalsari dan sekitarnya yang terdampak Sound Horeg agar segera melaporkan. Panitia memberikan waktu 2×24 jam bagi warga yang terdampak sound horeg.
”Jika pada waktu yang sudah ditentukan tidak ada yang melaporkan, pihak panitia tidak menanggapi dan itu berlaku sejak finish, pada Rabu (3/9/2025) pukul 22.00 malam hingga Jum’at (5/9/2025) pukul 22.00 malam,”tegas Aris.
Hingga saat ini (Kamis, red) pihaknya sudah mendapat enam (6) laporan adanya rumah warga yang terdampak sound horeg.
“Laporan dari masyarakat yang rumahnya terdampak sound horeg, ada yang Gentengnya runtuh, asbes atap rumahnya jatuh, kaca rumahnya pecah,” terangnya.
Sementara yang melapor sudah masuk enam warga seperti Ratna yang asbesnya pecah, Rudi jendela kacanya retak dan warga sebelah start sekitar lapangan atap Gipsum nya jatuh
”Kita komitmen, dan komitmen ini sudah kami sosialisasi sebelum Karnaval, bahkan kita sudah memaparkan kepada aparat kepolisian, jika nanti ada persoalan, kami siap bertanggung jawab,”tegas Aris.
Seperti diketahui, pada Rabu (3/9/2025) kecamatan Tegalsari mengadakan pawai budaya. Ribuan masyarakat kecamatan setempat berduyun-duyun membanjiri jalan Tegalsari. Masyarakat sangat terhibur dengan adanya pawai tersebut.
Bahkan, salah satu Rumah makan milik mama Webi turut serta memeriahkan pawai tersebut dengan membagi-bagikan kebutuhan pokok sebagian kepada masyarakat.
“Saya sangat seneng, acara ikut karnaval ini dan sangat menghibur, syukur bisa support kegiatan ini,” singkat Mama Webi.





