Wabup Hj. Mimik Idayana Kunjungi Sendang Agung, Merawat Warisan Leluhur dan Mensyukuri Anugerah Alam

Penulis: Didik
Editor: Redaksi
Wabup Hj. Mimik Idayana Kunjungi Sendang Agung
Wabup Hj. Mimik Idayana Kunjungi Sendang Agung

Filesatu.co.id, SIDOARJO | Merawat warisan leluhur bukan sekadar menjaga peninggalan masa lalu, melainkan juga merawat ingatan, menumbuhkan rasa syukur, dan meneruskan nilai-nilai kebaikan kepada generasi mendatang. Semangat itulah yang terasa dalam kunjungan Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, ke situs Sendang Agung di Kelurahan Urangagung, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (27/10/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mengenalkan potensi Sendang Agung sebagai kawasan yang menyimpan nilai budaya dan religius, sekaligus memiliki sumber mata air serta kuliner tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan lokal masyarakat.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan itu, Mimik mengungkapkan bahwa terdapat tujuh titik sumber mata air yang ditemukan pada 2015. Ia melihat langsung kondisi sumber air tersebut, kemudian mencoba meminumnya dan membasuh wajah.

“Alhamdulillah, saya melihat sendiri kondisi airnya. Saya juga mencoba minum dan mengecek pH-nya, hasilnya 7,3,” tuturnya.

Sambil berseloroh mengenai kesegaran setelah membasuh wajah, Mimik mengajak masyarakat untuk datang dan mengenal Sendang Agung lebih dekat. Baginya, keberadaan sumber mata air tersebut merupakan potensi yang patut dijaga dan diperkenalkan kepada masyarakat luas.

Meski demikian, kelayakan air untuk dikonsumsi tetap perlu dipastikan melalui pengujian laboratorium sesuai standar kualitas air minum.

Merawat Alam, Menjaga Tradisi:
Sendang Agung tidak hanya menawarkan keberadaan sumber air, tetapi juga ruang untuk mengenali kembali hubungan manusia dengan alam dan warisan budaya yang tumbuh di tengah masyarakat.

Dalam kearifan lokal, air kerap dimaknai sebagai sumber kehidupan yang mengajarkan manusia untuk bersyukur, menjaga kebersihan, dan tidak berlebihan dalam memanfaatkan karunia alam. Nilai tersebut sejalan dengan pesan keagamaan tentang pentingnya memelihara bumi dan mengambil manfaat darinya secara bertanggung jawab.

Mimik berharap, semakin dikenalnya Sendang Agung dapat mendorong pertumbuhan kunjungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Ia mengajak warga Sidoarjo untuk berkunjung, mengenal sejarah dan tradisi setempat, serta ikut menjaga kelestarian kawasan tersebut.

Harapan itu bukan semata tentang meningkatnya jumlah pengunjung, melainkan juga bagaimana kegiatan wisata dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan menguatkan kebersamaan warga.

Lentho Gedang, Cita Rasa Kearifan Lokal:
Ada pula kehangatan yang hadir melalui kuliner tradisional. Dalam kunjungan tersebut, Mimik mencicipi lentho gedang atau lentho pisang, makanan khas yang diperkenalkan masyarakat setempat.

Ia menikmati sajian tersebut bersama warga yang hadir. Momen sederhana itu memperlihatkan bahwa kekayaan sebuah desa tidak hanya terletak pada alam dan situs bersejarahnya, tetapi juga pada tradisi kuliner yang diwariskan dan dijaga dari generasi ke generasi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Camat Sidoarjo, Camat Sukodono, Lurah Kebonagung beserta staf, pengurus Paguyuban Sendang Agung, Kelompok Tani Urangagung, serta sejumlah pengunjung.

Melalui kunjungan ini, Sendang Agung diharapkan semakin dikenal sebagai bagian dari kekayaan budaya dan wisata religi Sidoarjo. Promosi yang diiringi penataan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan warga menjadi langkah penting agar potensi tersebut dapat dirasakan manfaatnya secara berkelanjutan.

Sebab, menjaga warisan leluhur sejatinya bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga mensyukuri anugerah hari ini dan memastikan generasi mendatang tetap dapat menikmati serta merawatnya. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *