Rayakan Imlek 2577 di Tengah Ramadan, Masyarakat Tionghoa Karawang Perkuat Harmoni Nusantara

Penulis: Nina Susanti
Editor: Redaksi
Perayaan Imlek 2577 di Karawang
Perayaan Imlek 2577 di Karawang

Filesatu.co.id, KARAWANG | PERAYAAN Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Kabupaten Karawang berlangsung meriah, khidmat, dan penuh pesan persatuan. Rangkaian puncak Imlek Festival 2026 yang mengusung tema “Harmoni Imlek Nusantara” ini terasa istimewa karena diselenggarakan bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Momentum langka tersebut menjadi simbol kuat bahwa keberagaman budaya dan keyakinan di Indonesia mampu berjalan berdampingan dalam bingkai persaudaraan serta toleransi yang tulus.

Digelar di Aula Dewi Air Resto and Cafe Karawang pada Minggu (01/02/2026) malam, acara ini menjadi ajang silaturahmi akbar bagi masyarakat Tionghoa se-Kabupaten Karawang. Sejak sore hari, ratusan warga dari berbagai komunitas dan organisasi telah memadati ruangan yang didominasi dekorasi nuansa merah dan emas—simbol keberuntungan, kebahagiaan, dan harapan baru. Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Anggota DPRD Karawang Natala Sumedha, Ketua FKUB Karawang H. Masykur H. Mansur, serta Ketua PTSMI Karawang dr. Joewono Sandjaya, semakin mempertegas bahwa Imlek telah menjadi kekayaan budaya milik bersama tanpa sekat.

Bacaan Lainnya

Suasana semakin semarak saat pertunjukan barongsai dan atraksi liong tampil memukau di tengah aula. Gerakan enerjik para pemain yang disambut tepuk tangan meriah berpadu dengan seni tari tradisional serta hiburan musik kolaboratif yang menggabungkan unsur lokal dan etnis Tionghoa. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak dan generasi muda pun turut ambil bagian dalam berbagai penampilan kreatif. Partisipasi aktif mereka menjadi ruang edukasi budaya lintas generasi agar nilai toleransi, gotong royong, dan nasionalisme tetap tertanam kuat di tengah masyarakat Karawang.

Ketua panitia pelaksana, Yayang Teryadi, menegaskan bahwa tema “Harmoni Imlek Nusantara” dipilih sebagai refleksi pentingnya menjaga persatuan. Menurutnya, perayaan ini bukan sekadar seremoni pergantian kalender, melainkan wadah untuk memperkuat solidaritas antarwarga dan membuktikan bahwa masyarakat Tionghoa adalah bagian tak terpisahkan dari bangsa Indonesia. Apresiasi juga disampaikan kepada tokoh lintas agama yang hadir, karena dukungan mereka menjadi bukti nyata bahwa harmoni di Karawang dibangun atas dasar saling menghormati.

Kepedulian sosial turut mewarnai peringatan tahun ini melalui pembagian angpao dan bingkisan kepada anak-anak serta masyarakat yang membutuhkan. Aksi berbagi kebahagiaan ini dinilai selaras dengan nilai universal kemanusiaan yang diajarkan oleh semua agama. Salah satu tokoh masyarakat Tionghoa setempat berharap agar semangat solidaritas ini terus terjaga, memperkuat citra Karawang sebagai daerah yang menjunjung tinggi kerukunan antarumat beragama di tengah dinamika sosial yang berkembang.

Ketua FKUB Karawang, H. Masykur H. Mansur, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara yang berlangsung aman dan tertib. Ia mengingatkan bahwa sepanjang tahun sebelumnya, berbagai aksi kemanusiaan lintas agama telah dilakukan bersama, mulai dari bantuan bencana hingga pembagian takjil oleh umat Buddha kepada masyarakat Muslim saat Ramadan. Hal ini membuktikan bahwa kerukunan di Karawang bukanlah sekadar slogan, melainkan aksi nyata yang konsisten dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat.

Menutup rangkaian acara, doa bersama dipanjatkan untuk kesehatan, keberkahan, dan persatuan yang semakin kokoh di tahun 2026. Perayaan Imlek 2577 di Kabupaten Karawang pada akhirnya memberikan pesan mendalam: bahwa keberagaman adalah kekuatan. Dengan semangat harmoni dan gotong royong, masyarakat Karawang kembali menegaskan komitmennya untuk membangun daerah yang rukun, damai, dan sejahtera dalam keberagaman Nusantara.

 

Tinggalkan Balasan