FIlESATU.co.id, Banyuwangi | Catatan positif kembali ditorehkan oleh pelaku investasi PT Bumi Suksesindo (PT BSI). Anak perusahaan dari PT Merdeka Copper Gold Tbk tersebut baru saja meraih penghargaan bergengsi dari PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Banyuwangi, Jawa Timur.
Pengelola tambang emas di Gunung Tumpang Pitu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi ini dianugerahi penghargaan sebagai pengguna energi listrik baru terbarukan atau Renewable Energy Certificate (REC) terbesar di Bumi Blambangan.
Apresiasi tersebut diserahkan langsung dalam ajang Customer Intimacy 2026 mengusung tema ‘Energizing Business, Powering Growth’ yang digelar di ÉL Hotel Banyuwangi pada Rabu (14/10/2026) lalu.
Compliance and Community Development Manager PT BSI, Iwa Mulyawan, menjelaskan bahwa komitmen penggunaan energi bersih ini telah diinisiasi sejak penandatanganan perjanjian jual beli energi listrik baru terbarukan dengan PT PLN (Persero) pada 1 November 2022.
Lewat kesepakatan tersebut, 100 persen kebutuhan listrik untuk kegiatan operasional di Tujuh Bukit Operations sepenuhnya menggunakan pasokan Energi Baru Terbarukan (EBT) dari PT PLN. Langkah strategis ini diambil sebagai wujud nyata komitmen PT BSI dalam mendukung percepatan pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK).
“Saat ini, PT BSI menggunakan kapasitas 8 Mega Volt Ampere (MVA) untuk mendukung seluruh kebutuhan operasional tambang Tujuh Bukit Operations,” ungkap Iwa, Jumat (16/10/2026).
Langkah hijau yang diterapkan PT BSI sejalan dengan program terpadu pemerintah di sektor energi guna menekan emisi GRK secara nasional. Dengan target penurunan hingga 29 persen pada tahun 2030 mendatang.
Menurut Iwa, pemanfaatan listrik EBT di area tambang emas PT BSI diperkirakan mampu mereduksi emisi karbondioksida hingga 70 ton.
Tak berhenti di situ, komitmen ramah lingkungan di Tujuh Bukit Operations juga diperkuat melalui penggunaan panel listrik tenaga surya serta pengoperasian armada mobil listrik untuk aktivitas operasional harian.
“Program pengurangan emisi GRK di Tujuh Bukit Operations ditargetkan mampu menyumbang pengurangan emisi karbondioksida secara kumulatif hingga 255 ton pada tahun 2026 ini,” tegas Iwa.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Banyuwangi, Ediwan, menegaskan bahwa para pelanggan dan stakeholder merupakan mitra vital dalam menjaga keandalan pelayanan listrik sekaligus mendorong roda perekonomian daerah.
Ajang Customer Intimacy 2026 menjadi momen bagi PLN UP3 Banyuwangi untuk memberikan ruang apresiasi kepada para mitra yang tumbuh dan berkembang bersama PLN.
“Kami berharap sinergi ini semakin kuat sehingga PLN dapat terus memberikan dukungan optimal bagi kebutuhan listrik dunia usaha, instansi, maupun masyarakat luas,” tutur Ediwan.
Selain PT BSI, pada kesempatan yang sama PLN UP3 Banyuwangi juga memberikan penghargaan kepada tiga mitra strategis lainnya. Di antaranya PT Lautindo Synergi Sejahtera sebagai Pelanggan Tegangan Menengah dengan Jam Nyala Tertinggi, Depot Pertamina sebagai Pelanggan Tegangan Menengah dengan Pembayaran Rekening Listrik Tercepat, serta Kodim 0825 Banyuwangi yang dinobatkan sebagai Kolaborasi Stakeholder Terfavorit Tahun 2026. (*)









