Filesatu.co.id, Banyuwangi | Kabar duka kembali menyelimuti keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Banyuwangi. Sugianto PMI asal desa Balokan desa Dasri kecamatan Tegalsari dikabarkan meninggal di Negara Taiwan pada Minggu (10/8/2025) dan diinformasikan akibat pembuluh darah pecah.
Meninggalnya Sugianto, keluarga berharap terutama istrinya Lailatul Jannah agar proses pengurusan pemulangan jenazah suaminya bisa segera cepat selesai, karena saat ini kabarnya masih di Rumah Sakit Taiwan
” Kami sudah dihubungi pihak PT dan Rumah sakit Taiwan, informasi pembuluh darah (suami) pecah, dan kami kanya berharap semoga bisa cepat selesai proses pengurusan untuk pemulangan,” ungkap Lalaitul Jannah ditemui media di rumah orang tuanya Dusun Lidah desa Gambiran kecamatan Gambiran. Selasa (12/8/2025).

Dengan didampingi orang tuanya, Jannah menyampaikan pemulangan jenazah suaminya meminta untuk di rumah orang tuanya di dusun Lidah desa Gambiran kecamatan Gambiran.
“Rencana jenazah dimakamkan di sini (dusun Lidah) kami sudah menyampaikan ke pihak yang membantu pengurusan pemulangan Mas Krisna,” sebut Jannah.
Sementara dikonfirmasi terpisah Krisna Adi menyampaikan untuk proses pemulangan jenazah Sugianto masih menunggu informasi dari Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei Taiwan.
”Kami masih menunggu update info dari KDEI Taipei Taiwan sebagai perwakilan Pemerintah Indonesia di negara Taiwan, waktu pemulangan belum bisa ditentukan tergantung proses di negara Taiwan mulai dari Surat kematian yang dikeluarkan Rumah Sakit Taiwan serta Jadwal Pesawat Cargo yang membawa jenazah.
“Minimal 2 mingguan Mas,”sambung Krisna aktivis PMI dari Garda BMI Banyuwangi ini.
Menurut Krisna, keberangkatan Sugianto ke negara Taiwan melalui Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dan masih baru bekerja sekitar satu bulan.
“Almarhum baru sebulan bekerja dengan biaya sekitar 80 juta rupiah melalui P3MI atau PT di daerah Malang,”pungkasnya.





