PDI Perjuangan Gelar Kongres di Bali, Penjor Jadi Simbol Komitmen Politik Kebudayaan

Penjor hiasi gelaran Kongres PDI Perjuangan di Bali
Penjor hiasi gelaran Kongres PDI Perjuangan di Bali

Filesatu.co.id, BALI | PARTAI Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) menggelar Kongres ke-6 di Bali. Acara ini tidak hanya menjadi agenda politik, tetapi juga panggung untuk menunjukkan komitmen partai terhadap politik kebudayaan. Hal ini terlihat jelas dari penggunaan penjor sebagai dekorasi utama di lokasi kongres.

Penjor, bagi masyarakat Bali, bukan sekadar hiasan. Hiasan janur melengkung ini adalah simbol penghormatan terhadap alam, harmoni kehidupan, dan persembahan kepada Tuhan. Kehadirannya di kongres PDI Perjuangan melambangkan semangat gotong royong, akar budaya, dan spiritualitas bangsa Indonesia yang menjadi landasan partai.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dalam pidatonya menegaskan bahwa politik kebudayaan adalah langkah nyata, bukan sekadar jargon. “PDI Perjuangan berkomitmen untuk merawat kebudayaan dan menyatukan Indonesia,” ujarnya, menegaskan identitas partai sebagai penjaga nilai-nilai luhur bangsa.

Penggunaan penjor dalam kongres ini menunjukkan bahwa PDI Perjuangan memandang kebudayaan sebagai pilar utama dalam membangun bangsa yang kuat dan bersatu, sejalan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Dengan mengedepankan simbol budaya, partai ini membuktikan bahwa perjuangan politik mereka berakar kuat pada identitas dan spiritualitas bangsa.

 

Tinggalkan Balasan