Gesah Bareng Ambi Bupati Bahas Pendidikan: Dari Beasiswa Hingga Masa Depan ABK

Filesatu.co.id, Banyuwangi | Program “Gesah Bareng Ambi Bupati” kembali digelar di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Rabu (2/9/2026). Setelah mengangkat isu pertanian pertengahan Agustus lalu, kali ini forum membahas khusus persoalan pendidikan di Banyuwangi.

Sekitar 150 peserta hadir. Mulai dari penggiat pendidikan, akademisi, guru, mahasiswa, pelajar, orang tua, hingga pemangku kebijakan. Mereka menyampaikan langsung aspirasi kepada Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.

Bacaan Lainnya

“Forum ini bagian dari upaya pemkab mendengar langsung persoalan masyarakat. Masukan yang disampaikan akan jadi bahan evaluasi dan penyempurnaan program pembangunan,” kata Ipuk.

Salah satu isu yang mengemuka adalah rencana regrouping SDN 1 Singonegaran. Wali murid Ahmad Radiansyah khawatir dampak psikologisnya ke anak-anak.

Ipuk menjelaskan rencana itu masih dikaji, terkait pengembangan RSUD Blambangan dan ketersediaan guru.

“Kalau jadi regrouping, kami beri ruang siswa dan orang tua memilih sekolah tujuan. Ada juga pendampingan guru saat adaptasi. Yang penting siswa tetap nyaman dan aman belajar,” tegasnya.

Pendidik SMPN 1 Singojuruh, Catur Bagus, menyorot masih adanya pelajar nongkrong di luar sekolah saat jam belajar. Keterbatasan tenaga jadi kendala pengawasan.

Ia mengusulkan penguatan Patroli Kasih Sayang bersama Satpol PP, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa. Serta adanya imbauan ke pelaku usaha agar tidak melayani pelajar pada jam sekolah.

Numira Ida, guru MI Al Hikmah Desa Tampo, Cluring, mengeluhkan kursi dan bangku sekolahnya yang sudah keropos.

“Akan kami cek lagi BOS Daerah. Insyaallah untuk sarana prasarananya siap kami bantu,” jawab Ipuk.

Nining dari Paguyuban SDN 5 Tapanrejo, Muncar, juga menyampaikan sekolahnya rawan pencurian karena jauh dari permukiman.

Isu pendidikan inklusif disampaikan Didik, orang tua ABK. Putrinya bisa lanjut ke SMAN 1 Glagah berkat bimbingan guru. Namun ia mempertanyakan peluang kerja anaknya pasca SMA.

Ipuk meminta orang tua tetap optimis. “Pemkab buka ruang afirmasi bagi penyandang disabilitas. Mulai seleksi CPNS hingga program magang di instansi,” ujarnya.

Bupati menegaskan pendidikan adalah fondasi meningkatkan SDM dan menekan kemiskinan. Semua aspirasi di “Gesah Bareng” telah dicatat dan akan ditindaklanjuti Dinas Pendidikan.

“Gesah ini bukan sekadar ngobrol. Kami ingin setiap masukan ditindaklanjuti dan jadi bagian perbaikan layanan pemerintah,” pungkas Ipuk. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *