Budaya Religius Jadi Penguat Karakter, SMPN 1 Porong Raih Penghargaan SRC

Penulis: Didik
Editor: Redaksi
SMPN 1 Porong Raih Penghargaan SRC
SMPN 1 Porong Raih Penghargaan SRC

Filesatu.co.id, SIDOARJO | Pembentukan karakter peserta didik tidak berhenti pada capaian akademik. Di SMP Negeri 1 Porong, pembiasaan nilai-nilai keagamaan dan budi pekerti ditempatkan sebagai bagian dari keseharian siswa di lingkungan sekolah.

Komitmen tersebut mendapat apresiasi melalui penghargaan School Religious Culture (SRC) dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo. Piagam penghargaan diserahkan Kepala Kemenag Sidoarjo, Drs. Mufi Imron Rosyadi, M.E.I., kepada Kepala SMPN 1 Porong, Al Hadi, di Aula Kantor Kemenag Sidoarjo, Rabu (7/10/2026).

Bacaan Lainnya

Budaya religius di sekolah itu dibangun melalui pembiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Sejak memasuki gerbang sekolah, siswa dibiasakan menerapkan senyum, salam, sapa, serta sikap sopan dan santun kepada guru maupun tamu yang datang.

Kepala SMPN 1 Porong Dr. Al Hadi,.M.Pd. I mengatakan, proses evaluasi dalam program SRC tidak hanya menjadi bagian dari penilaian, tetapi juga memberi dorongan bagi sekolah untuk membenahi tata kelola internal.

Menurut dia, penyusunan instrumen penilaian dan kelengkapan dokumentasi membuat sekolah semakin memahami pentingnya administrasi dalam setiap program yang dijalankan.

“Bukan hanya kegiatan pembiasaan karakter yang kami jalankan, tetapi juga bagaimana seluruh kegiatan tersebut terdokumentasi dan tertata dengan baik,” ujarnya

Pengelolaan peserta didik menjadi tantangan tersendiri. SMPN 1 Porong memiliki jumlah siswa yang cukup besar, dengan sembilan rombongan belajar pada setiap jenjang. Kondisi tersebut menuntut pengelolaan program karakter dilakukan secara terarah dan berkelanjutan.

Sementara itu, Koordinator Tim SRC SMPN 1 Porong, Ni’matul Fadilah, S.Pd.I., menjelaskan bahwa penguatan karakter berjalan beriringan dengan pengembangan potensi siswa, termasuk melalui program tahfiz Al-Qur’an.

Sejak 2023, sekolah bekerja sama dengan Kemenag untuk memberikan sertifikasi bagi siswa yang berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an melalui proses tasmi’. Sertifikat tersebut dapat menjadi dokumen pendukung prestasi ketika siswa melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi SPMB.

“Hafalan anak-anak kami mendapat pengakuan melalui sertifikasi dari Kemenag. Ini menjadi motivasi sekaligus bekal bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan,” katanya.
Hingga saat ini, sekitar 16 siswa telah mengikuti tasmi’ dan memperoleh sertifikasi dari Kemenag Sidoarjo. Program tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah memadukan pembentukan karakter, budaya religius, dan pengembangan potensi peserta didik secara berkelanjutan. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *