Wagub Emil Dardak, Apresiasi Kabupaten Blitar Jadi Tuan Rumah Rakorda Jatim Creative Connect 2026

Penulis: Pram
Editor: Redaksi

Filesatu.co.id, Blitar | Jatim Creative Connect 2026 adalah ruang kolaborasi bagi ekosistem ekonomi kreatif se-Jawa Timur yang diselenggarakan pada tanggal 17–18 Oktober 2026 di Kabupaten Blitar.

Acara yang diinisiasi oleh Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Jawa Timur ini, bertepatan dengan momentum Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-81 dan berfungsi sebagai acara pembuka (Road to) menuju agenda nasional Indonesia Creative Connect 2026 yang akan diadakan di Jakarta.

Bacaan Lainnya

Rangkaian agenda utama Jatim Creative Connect 2026 di Blitar meliputi, Leaders Talk Forum diskusi para pemimpin daerah untuk membahas arah kebijakan, investasi, dan masa depan ekonomi kreatif dari tingkat nasional hingga daerah.

Tampak hadir Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Kepala Dinas Komdigi Provinsi Jawa Timur Sherlita Ratna Dewi Agustin, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur, Bupati Blitar Rijanto, Bupati Pasuruan Mochamad Rusdi Sutejo, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin, Perwakilan Kepala Daerah, Kepala Dekranasda Kabupaten Blitar, Kepala OPD, Kepala TVRI Jawa Timur, Kepala Bank Jatim Cabang Blitar, jejaring ICC Jawa Timur.

Dalam sambutannya Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc. menyampaikan bahwa, Apresiasi kepada pemerintah Kabupaten Blitar sebagai tuan rumah Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Jatim Creative Connect 2026, ini juga merupakan bentuk dukungan nyata Pemerintah Daerah dan Provinsi Jawa Timur terhadap perkembangan ekonomi kreatif di tingkat daerah.

“Acara akbar yang mempertemukan jejaring kreatif se-Jawa Timur ini berlangsung pada 17–18 Oktober 2026 di Kabupaten Blitar, bertepatan dengan momentum Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-81,” ungkap Wagub Emil.

Wagub Emil juga menyampaikan bahwa, Rapat Koordinasi Daerah yang mempertemukan lintas komunitas dari 38 Kabupaten/Kota Kreatif se-Jawa Timur sebagai ruang berbagi pengetahuan, gagasan, dan praktik terbaik (best practices) antar-kreator, akademisi, komunitas, dan media.
Untuk menyusun langkah strategis dan rekomendasi ekosistem nasional.

“Forum lintas komunitas ini menghadirkan berbagai agenda penting seperti Leaders Talk, Creative Talk, Creative Village, untuk menyelaraskan program, berdiskusi kritis, dan membangun komitmen ekonomi kreatif yang solid,” tandas Emil.

Wagub Emil berharap bahwa, Hasil perumusan dan rekomendasi dari Rakorda di Blitar ini nantinya akan dibawa sebagai “Suara Kreatif Dari Daerah” ke tingkat nasional dalam agenda Indonesia Creative Connect 2026 yang diadakan di Jakarta pada akhir Oktober.

“Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk bidang Ekraf, secara konsisten mendorong agar talenta lokal dan simpul ekonomi kreatif di daerah, seperti melalui Millennial Glow Garden atau keterlibatan aktif ekosistem hexahelix lokal, mendapatkan panggung yang luas agar mampu berkontribusi langsung pada penguatan ekonomi regional,” tandasnya.

Langkah ini juga menjadi bagian dari rangkaian menuju Indonesia Creative Connect 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 23–24 Oktober 2026. Mengusung semangat Connecting Creative Cities, Moving Indonesia, agenda ini diharapkan menjadi ruang pertemuan bagi jejaring kota kreatif, pelaku industri, komunitas, dan pemangku kepentingan untuk memperluas kolaborasi.

Sementara itu Bupati Blitar Rijanto menyampaikan terimakasih atas kepercayaan ICC Jawa Timur, Kabupaten Blitar sebagai tuan rumah Rakorda ICC Jatim 2026. Acara yang digelar di Desa Minggirsari (Kecamatan Kanigoro, Blitar), tentu sangat membanggakan. Minggirsari merupakan salah satu wilayah yang telah ditetapkan sebagai Desa Wisata Ekonomi Kreatif sejak tahun 2021.

“Desa Minggirsari didapuk menjadi sentral tempat berkumpulnya para pelaku kreatif untuk memperluas jejaring, mencari akses pendanaan, hingga melakukan penjajakan kerja sama (business matching), tentu ini sangat membanggakan bagi pemerintah Kabupaten Blitar,” ujar Bupati Rijanto.

Bupati Rijanto berharap bahwa, Upaya ini diarahkan untuk menghimpun potensi, aspirasi, dan tantangan pengembangan ekonomi kreatif di berbagai wilayah sebagai bagian dari penguatan ekosistem kreatif nasional.

“Forum ini juga sarana menampilkan potensi kota kreatif (Showcase) melalui Creative Cities Indonesia Showcase. Inisiatif ini menjadi ruang untuk memperkenalkan kekuatan dan praktik pengembangan kota kreatif di berbagai daerah sekaligus membuka peluang pertukaran pengetahuan dan kolaborasi,” urainya.

Bupati Rijanto menyampaikan bahwa, Acara ini juga bisa meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif (Learn) melalui Ekraf Academy. Platform pembelajaran ini diarahkan untuk mendukung pengembangan kompetensi dan pertukaran pengetahuan guna memperkuat keberlanjutan ekosistem ekonomi kreatif di daerah.

“Jatim Creative Connect 2026 juga menghubungkan kota dengan industri (Connect) melalui pendekatan matching ecosystem. Langkah ini ditujukan untuk mempertemukan potensi ekonomi kreatif daerah dengan industri dan mitra strategis, sehingga peluang kolaborasi dapat berkembang menjadi kemitraan yang memberikan nilai tambah bagi pelaku kreatif,” pungkas Bupati Rijanto.(Pram).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *