Walikota Syauqul Muhibbin Lantik Enam Pejabat, Manajemen Talenta Segera Dilaksanakan Untuk Mutasi Dan Pengisian Jabatan Kosong Kedepan

Penulis: Pram
Editor: Redaksi
Ket Foto Kepala BPKADSDM Kota Blitar Ika Hadi Wijaya menegaskan Pemkot Blitar segera menerapkan Sistem Talenta BKN untuk pengisian jabatan eselon IV, III, dan II yang kosong.
Ket Foto Kepala BPKADSDM Kota Blitar Ika Hadi Wijaya menegaskan Pemkot Blitar segera menerapkan Sistem Talenta BKN untuk pengisian jabatan eselon IV, III, dan II yang kosong.

Filesatu.co.id, Kota Blitar | Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, melantik enam pejabat baru untuk mengisi kekosongan enam jabatan setingkat Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintahan Kota (Pemkot) Blitar, Jawa Timur. Bertempat di Ruang Sasana Praja Kantor Walikota Blitar. Selasa (18/08/2026).

Enam pejabat yang dilantik antara lain, Paring Genturutomo menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Ika Hadi Wijaya menjadi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

Bacaan Lainnya

Ruli Tri Wibowo menjadi Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora), Indra Purwanto menjadi Sekretaris DPRD, Erlin Ferida menjadi Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPR), dan Rike Rochmawati menjadi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).

Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin menyampaikan bahwa, seleksi terbuka diikuti sebanyak 30 pegawai, dengan formasi 5 jabatan Kepala Dinas dan 1 jabatan setingkat Kepala Dinas. Banyak pegawai yang antusias mengikuti seleksi terbuka pejabat tinggi tingkat pratama di lingkungan Pemkot Blitar. Dan sampai saat ini, masih ada tiga jabatan setingkat kepala OPD dilingkungan Pemkot Blitar yang masih kosong.

“Hari ini, kami melantik pejabat setingkat kepala OPD. Ini rangkaian panjang dari proses lelang terbuka, hasilnya merupakan tiga besar. Dari tiga besar mengerucut ke satu nama,” ujar Walikota yang akrab disapa Mas Ibin ini.

Mas Ibin juga menyampaikan bahwa, kondisi anggaran yang kecil menjadi tantangan bagi para pejabat baru di lingkungan Pemkot Blitar. Dengan kondisi sekarang ini, para kepala OPD harus kreatif dalam mengelola anggaran kecil tetapi efeknya bisa besar.

“Makanya, pejabat baru yang terpilih jelas-jelas yang kompeten. Mereka harus kreatif mengelola anggaran kecil tapi mempunyai efek besar serta segera berakselerasi untuk pelayanan masyarakat kota Blitar yang lebih baik kedepan,” jelas Mas Ibin.

Sementara itu terpisah, Kepala BKPSDM Kota Blitar, Ika Hadi Wijaya mengatakan, saat ini, masih ada tiga jabatan setingkat kepala OPD kosong di lingkungan Pemkot Blitar.

Tiga jabatan setingkat kepala OPD yang masih kosong, yaitu, kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), direktur RSUD Mardi Waluyo, dan sekretaris daerah (Sekda).

“Kami belum melakukan lelang terbuka karena keterbatasan anggaran. Akan tetapi sesuai petunjuk Bapak Walikota, secepatnya kami akan melakukan lelang terbuka untuk jabatan kosong,” ungkap Ika Hadi.

Ika Hadi menyampaikan bahwa, untuk proses mutasi dan lelang jabatan kosong di Pemkot Blitar akan menggunakan sistem Manajemen Talenta ASN dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Ini adalah sistem pengelolaan karier aparatur negara untuk mencari, memetakan, dan mengembangkan pegawai berkinerja serta kompetensi tinggi secara objektif guna mengisi posisi strategis melalui talent pool,” ujar Ika Hadi.

Ika Hadi juga menyampaikan bahwa, kebijakan ini didukung platform digital nasional SIMATA BKN untuk mewujudkan reformasi birokrasi dan sistem merit yang transparan. Pegawai ASN dengan tingkat kinerja dan kompetensi unggul yang lulus seleksi akan masuk Kelompok Rencana Suksesi (KRS).

“Penilaiannya didasarkan pada kualifikasi, kompetensi, kinerja, potensi, integritas, dan moralitas. Manajemen Talenta ini mempercepat pengisian jabatan kosong, menyiapkan pemimpin masa depan, dan meratakan kualitas pelayanan publik yang lebih komprehensif,” urainya.

BKPSDM Kota Blitar akan mempercepat penerapan manajemen talenta ASN untuk pengisian jabatan. Langkah ini menggunakan sistem digital pemetaan nine box talent matrix guna mewujudkan sistem merit yang objektif, dengan target uji coba aplikasi pada September 2026.

“Dengan menilai potensi dan kinerja aparatur sipil negara secara transparan, pemetaan ASN pada setiap posisi sampai level tertinggi di kotak talenta untuk promosi jabatan serta menyiapkan kader pemimpin masa depan untuk mengisi jabatan strategis dapat dilaksanakan secara cepat di setiap Dinas,” jelas Ika Hadi.

Ika Hadi akan segera mengintegrasi data dokumen kepegawaian dan asesmen kompetensi dengan mengacu Sistem Talenta tersebut. ASN yang masuk dalam kotak tertinggi (kategori high potentials dan high performers) akan disiapkan untuk promosi, rotasi, dan suksesi jabatan strategis tanpa perlu seleksi terbuka yang rumit.

“BPKADSDM Kota Blitar berharap, implementasi manajemen talenta yang saat ini akan diproses dapat mempercepat pengisian jabatan pimpinan tinggi secara definitif, sehingga pelayanan dan kinerja organisasi pemerintahan dapat berjalan dengan lebih optimal,” pungkasnya.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *