Filesatu.co.id, Jember | Dedikasi panjang dalam gerakan kemanusiaan mengantarkan Imam Rosyidi, warga Dusun Kidul Besuk, Desa Ajung, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, meraih penghargaan sebagai Relawan Kemanusiaan pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI tingkat Kecamatan Ajung. Penghargaan diserahkan langsung oleh Camat Ajung Muhammad Sifak Beni Kurniawan, SSTP., MM, sebagai bentuk apresiasi atas kiprah dan kontribusi Imam Rosyidi dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat.
Nama Imam Rosyidi dikenal sebagai salah satu penggagas sekaligus penggerak Kampung Donor Kidul Besuk. Gerakan masyarakat tersebut hadir untuk mendorong kepedulian warga terhadap kebutuhan darah bagi masyarakat yang membutuhkan.
Melalui Kampung Donor Kidul Besuk, semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus dikembangkan. Warga diajak untuk berpartisipasi dalam kegiatan donor darah sekaligus memahami pentingnya ketersediaan stok darah bagi pasien di rumah sakit.
Bagi Imam Rosyidi, donor darah bukan sekadar aktivitas sosial, tetapi merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kehidupan sesama. Setetes darah yang diberikan secara sukarela dapat menjadi harapan bagi seseorang yang tengah berjuang mendapatkan transfusi darah.
“Gerakan donor darah bukan hanya tentang menyumbangkan darah, tetapi juga membangun kepedulian dan rasa kemanusiaan di masyarakat,” tuturnya.
Semangat tersebut terus ia bawa dalam berbagai aktivitas sosial. Selain aktif mengembangkan Kampung Donor Kidul Besuk, Imam Rosyidi juga dikenal sebagai staf Markas PMI Kabupaten Jember.
Keterlibatannya bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember membuat Imam semakin dekat dengan berbagai kegiatan pelayanan kemanusiaan. Aktivitas tersebut tidak hanya berkaitan dengan donor darah, tetapi juga mencakup pelayanan sosial dan kegiatan kemanusiaan lainnya, termasuk dukungan dalam penanganan kebencanaan.
Pengalaman tersebut turut memperkuat komitmennya untuk mengajak masyarakat terlibat dalam kegiatan sosial. Menurutnya, gerakan kemanusiaan akan semakin kuat apabila tumbuh dari kesadaran masyarakat dan dilakukan secara bersama-sama.
Penghargaan sebagai Relawan Kemanusiaan yang diterima pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi bentuk apresiasi terhadap konsistensi Imam Rosyidi dalam menjalankan aktivitas sosial. Penghargaan tersebut sekaligus menjadi pengakuan atas kontribusi masyarakat yang selama ini bergerak secara sukarela membantu sesama.
Momentum pemberian penghargaan tersebut juga memperlihatkan bahwa semangat perjuangan tidak hanya hadir dalam bentuk perjuangan fisik seperti yang dilakukan para pahlawan di masa lalu. Di era kemerdekaan, perjuangan dapat diwujudkan melalui pengabdian, kepedulian sosial, serta tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.
Relawan kemanusiaan menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kepedulian di tengah masyarakat. Kehadiran mereka kerap menjadi penghubung antara kebutuhan masyarakat dengan berbagai bentuk bantuan dan pelayanan sosial.
Bagi Imam Rosyidi, penghargaan tersebut bukanlah akhir dari perjuangan. Sebaliknya, penghargaan itu menjadi motivasi untuk terus memperkuat gerakan kemanusiaan, khususnya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya donor darah.
Ia berharap semakin banyak warga yang tergerak untuk menjadi pendonor sukarela. Dengan semakin luasnya partisipasi masyarakat, kebutuhan darah bagi pasien yang membutuhkan diharapkan dapat terpenuhi dengan lebih baik.
Kampung Donor Kidul Besuk pun diharapkan dapat terus berkembang menjadi contoh gerakan sosial berbasis masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan nilai gotong royong yang menjadi salah satu kekuatan masyarakat Indonesia.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI akhirnya menjadi momentum untuk memberikan penghormatan kepada para pejuang masa kini, termasuk para relawan kemanusiaan yang secara konsisten hadir membantu masyarakat tanpa mengharapkan imbalan.
Dedikasi Imam Rosyidi melalui Kampung Donor Kidul Besuk menjadi gambaran bahwa mengisi kemerdekaan dapat dilakukan melalui langkah sederhana namun memiliki dampak besar bagi kehidupan orang lain.
Dengan semangat kemanusiaan dan gotong royong, gerakan donor darah diharapkan terus tumbuh dan melahirkan semakin banyak relawan yang bersedia memberikan waktu, tenaga, serta kepeduliannya untuk membantu sesama.***










