Filesatu.co.id, SUMENEP | Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Moh Anwar Sumenep, Madura siap memberikan pelayanan maksimal,selain memberikan pelayanan diagnosis dan penanganan kanker, rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep itu juga terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini agar peluang keberhasilan pengobatan semakin besar.
Hal itu disampaikan Dokter Spesialis Bedah Onkologi RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Husnul Ghaib, saat diwawancarai tim alphazoneklik.com di ruangan Poli Onkologi, Rabu (29/7/2026).
dr. Ghaib menjelaskan, bahwa RSUD dr. H. Moh. Anwar menjadi satu-satunya rumah sakit di Pulau Madura yang memiliki layanan Poli Onkologi. Sebagai dokter spesialis bedah onkologi, dirinya menangani pasien dengan kanker padat (solid tumor) yang memerlukan tindakan pembedahan.
“Kasus yang kami tangani meliputi kanker payudara, kanker kepala leher, seperti kanker rongga mulut, leher, dan hidung, kanker kulit, serta kanker yang berasal dari jaringan ikat. Sementara kanker darah ditangani oleh dokter spesialis hematologi-onkologi medik dari bidang penyakit dalam,” jelasnya.
Ghaib menjelaskan, kanker payudara masih menjadi jenis kanker yang paling banyak ditangani. Bahkan, penyakit tersebut merupakan kanker dengan angka kejadian tertinggi, baik di Indonesia maupun di dunia.
Ia mengatakan, bahwa penanganan kanker dilakukan melalui 2 kelompok terapi utama, yakni terapi lokal-regional yang meliputi pembedahan dan radioterapi, serta terapi sistemik yang meliputi kemoterapi, terapi hormonal, terapi target (targeted therapy), dan imunoterapi (immunotherapy).
Pada kesempatan yang sama, dr. Ghaib juga menjelaskan gejala awal kanker payudara yang paling sering ditemukan, yakni munculnya benjolan pada payudara. Namun, karena benjolan tersebut umumnya tidak menimbulkan rasa nyeri, banyak masyarakat yang menunda memeriksakan jegala itu ke dokter.
“Pasien baru mau datang ketika benjolan sudah membesar, pecah menjadi luka atau borok, menyebar ke kelenjar getah bening di ketiak, bahkan telah menyebar ke organ lain seperti tulang,”ujar. dr. Ghaib.
Menurutnya, keterlambatan penanganan juga dipengaruhi masih adanya masyarakat yang memilih pengobatan non-medis tanpa terlebih dahulu menjalani pemeriksaan dan diagnosis oleh tenaga kesehatan.
Ia menegaskan, bahwa setiap pasien harus dipastikan terlebih dahulu diagnosisnya melalui pemeriksaan. Setelah itu dilakukan penentuan stadium kanker karena setiap stadium memiliki tata laksana pengobatan yang berbeda.
“Pada stadium awal, pasien umumnya menjalani operasi terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan kemoterapi bila diperlukan. Pada stadium lanjut tertentu, kemoterapi diberikan lebih dahulu untuk mengecilkan ukuran tumor sebelum operasi. Sedangkan pada stadium IV, ketika kanker telah bermetastasis ke organ lain, terapi diarahkan untuk mengendalikan penyakit, memperpanjang harapan hidup,” terangnya.
Selain menjalani pengobatan, dr. Ghaib mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola makan bergizi seimbang, menjaga gaya hidup sehat, serta tidak menunda pemeriksaan apabila menemukan benjolan atau keluhan yang mencurigakan.
Ia juga mengingatkan bahwa tidak semua tumor merupakan kanker. “Secara umum, tumor dibedakan menjadi dua, yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Tumor ganas itulah yang disebut sebagai kanker,” pungkasnya.***











