Santri Terbaik Lumajang Dipersiapkan untuk Ajang Provinsi

Filesatu.co.id, Lumajang | Ratusan santri terbaik Kabupaten Lumajang mulai dipersiapkan untuk berlaga di Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah atau PORSADIN Tingkat Provinsi Jawa Timur 2026. Ajang seleksinya dimulai melalui PORSADIN III Kabupaten Lumajang yang dibuka di Desa Kebonsari, Kecamatan Sumbersuko, Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan dua tahunan yang digagas Dewan Pengurus Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah atau DPC FKDT Kabupaten Lumajang itu bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang.

Bacaan Lainnya

Sebanyak 20 kafilah dari 21 kecamatan mengikuti PORSADIN III dengan total 458 santri. Mereka didampingi 395 official, 34 dewan hakim, dan 40 panitia. Para peserta bertanding di 14 cabang lomba tingkat Ula dan 3 cabang lomba tingkat Wustha sesuai petunjuk teknis.

Selain Lapangan Desa Kebonsari sebagai lokasi utama pembukaan, perlombaan juga digelar di sejumlah venue di Kecamatan Sumbersuko, yakni MDT Hasyim Asy’ari, MI Nurul Islam Labruk Kidul, Masjid Jami’ Arroudhoh, Sport Center Labruk Kidul, dan Lapangan Bulu Tangkis Amanda.

Wadah Pembinaan dan Seleksi
Bupati Lumajang Indah Amperawati yang akrab disapa Bunda Indah mengatakan madrasah diniyah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda Islam.

“PORSADIN menjadi wadah bagi santri untuk mengembangkan kemampuan di bidang keagamaan, seni, olahraga, sekaligus menumbuhkan sportivitas dan mempererat persaudaraan,” katanya.

Bunda Indah berharap para peserta mampu meraih prestasi terbaik sehingga dapat mewakili Kabupaten Lumajang pada PORSADIN Tingkat Provinsi Jawa Timur 2026. Tahun ini Kabupaten Lumajang dipercaya menjadi tuan rumah ajang tingkat provinsi tersebut.

Para juara pada PORSADIN III akan memperoleh trofi, sertifikat, uang pembinaan, voucher umrah, serta penghargaan juara umum sebagai bentuk apresiasi.

Desa Kebonsari Jadi Titik Awal
Kepala Desa Kebonsari, Fathur Rohman, menyampaikan kepercayaan sebagai tuan rumah PORSADIN III merupakan kehormatan sekaligus kebanggaan bagi masyarakat desa.

“Penyelenggaraan kegiatan tersebut membuktikan bahwa desa mampu menjadi ruang yang mendukung pembinaan generasi muda melalui pendidikan keagamaan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan masyarakat,” imbuhnya.

Ia berharap momentum PORSADIN III semakin meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap madrasah diniyah serta melahirkan santri berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Lumajang di tingkat provinsi maupun nasional.

Bagi Desa Kebonsari, PORSADIN III tidak hanya menjadi agenda perlombaan. Kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat peran desa sebagai ruang tumbuh pendidikan keagamaan, mempererat silaturahmi antarsantri, sekaligus menyiapkan bibit-bibit terbaik yang akan mewakili Kabupaten Lumajang di ajang provinsi.*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *