Filesatu.co.id, MADIUN | Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Madiun, Sabtu (18/7/2026), dipenuhi suasana khidmat. Di balik rangkaian seremoni Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun, terselip satu pesan sederhana: sejarah tidak lahir untuk dipajang di dinding, melainkan menjadi pengingat agar pembangunan tidak pernah kehilangan arah.
Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Fery Sudarsono, mengajak seluruh elemen daerah menjadikan perjalanan panjang Kabupaten Madiun sebagai energi untuk terus bergerak. Menurutnya, perjuangan para pendahulu bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi amanah yang harus diteruskan melalui pelayanan dan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat.
“Sebagai generasi penerus, kita mempunyai kewajiban melanjutkan perjuangan para pendahulu. Semangat pengabdian mereka harus menjadi inspirasi dalam mewujudkan Kabupaten Madiun yang Bersahaja,” ujar Fery.
Dalam forum tersebut, DPRD juga memberikan apresiasi atas berbagai capaian Pemerintah Kabupaten Madiun, mulai dari raihan enam penghargaan Top BUMD 2026, opini WTP ke-13 dari BPK RI, penghargaan UHC, hingga sejumlah pengakuan nasional lainnya. Deretan prestasi itu menjadi modal optimisme bahwa kolaborasi antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat mampu menghasilkan kinerja yang terukur.

Namun, sebagaimana makna sebuah hari jadi, penghargaan hanyalah penanda perjalanan, bukan garis akhir. Sebab masyarakat pada akhirnya akan lebih sering bertemu hasil pembangunan di jalan, sekolah, pelayanan publik, hingga kesejahteraan yang mereka rasakan setiap hari.
Bupati Madiun H. Hari Wuryanto menegaskan, tema “Berinovasi dan Berkolaborasi untuk Kabupaten Madiun Bersahaja” menjadi ajakan bagi seluruh elemen untuk terus menghadirkan terobosan dalam pelayanan, ekonomi, dan pembangunan daerah.
“Semangat inovasi dan kolaborasi harus menjadi kekuatan bersama untuk mewujudkan Kabupaten Madiun yang bersih, sehat, dan sejahtera,” tegas Bupati.
Berbagai program strategis turut dipaparkan, mulai dari layanan Makan Bergizi Gratis, pembangunan Sekolah Rakyat, penguatan Koperasi Desa Merah Putih, program perumahan masyarakat berpenghasilan rendah, hingga penguatan ketahanan pangan. Sementara melalui Sepasar ing Madiun (Sepasma), pemerintah berupaya menggerakkan roda ekonomi rakyat melalui pemberdayaan pelaku UMKM di tiga zona wilayah Kabupaten Madiun.
Hari Jadi ke-458 pun menjadi lebih dari sekadar peringatan tahunan. Ketika palu sidang diketuk, masyarakat tentu berharap bukan hanya agenda yang selesai, tetapi juga komitmen yang terus hidup. Sebab sejarah memang layak dikenang, tetapi masa depan hanya bisa dibangun dengan kerja yang terus berlanjut.(adv)











