Felisatu.co.id, SANGATTA | Tarian dan nyanyian siswa-guru SDN 013 Desa Singa Gembara menyambut peresmian semenisasi jalan akses sekolah, Selasa (5/5/2026). Pagi itu, suasana yang dulu dipenuhi keluh kesah berubah menjadi kelegaan.
Sebelumnya, jalan menuju sekolah bak kubangan saat hujan: berlubang, berlumpur, dan licin.
“Hari ini kami lega. Sebelumnya, kondisi jalan seperti sawah saat hujan. Saya sampai tidak bisa tidur kalau pagi hujan, membayangkan anak-anak harus melewati jalan licin dan becek. Banyak yang terpeleset, bahkan ada yang jatuh sampai seluruh tubuhnya penuh lumpur,” ungkap Sri, Kepala SDN 013.
Tak sedikit siswa terpaksa menenteng sepatu demi selamat sampai kelas. Situasi itu mengancam kenyamanan dan keselamatan mereka setiap hari.
Kini, wajah akses itu berubah total. Jalan sepanjang 320 meter dengan lebar 6 meter dibangun lewat program CSR PT Kaltim Prima Coal (KPC). Nilai investasinya Rp1,5 miliar, dan pengerjaan rampung hanya dalam 2 bulan: awal Maret hingga akhir April 2026.
Proyek ini melibatkan sembilan kontraktor: Triwisna, WIKA, WKM, Defa Karya Abadi, K3PC, Andalan Mining, MMA, PAP, dan KNE.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur, Mulyono, menyebut pembangunan ini sebagai kontribusi nyata dunia usaha di tengah keterbatasan APBD.
“Terima kasih kepada KPC dan seluruh kontraktor. Ini sangat membantu, apalagi kondisi keuangan daerah saat ini sedang tidak baik-baik saja,” ujarnya.
Ia optimistis kualitas konstruksi semenisasi akan bertahan lama. “Dengan kualitas seperti ini, saya yakin jalan ini bisa bertahan puluhan tahun. Ini investasi penting untuk masa depan pendidikan,” tambah Mulyono.
Yulianus Palangiran, anggota DPRD Kutim sekaligus Ketua Komite SDN 013, mengaku kerap menerima keluhan orang tua murid. Upaya ke Pemkab belum membuahkan hasil.
“Terus terang saya sempat stres. Banyak orang tua mengeluh. Jalan ini becek saat hujan dan cukup rawan karena semak-semak di sekitarnya,” katanya.
Yulianus bahkan menyebut pernah terjadi insiden pembegalan di jalur tersebut. “Syukur sekali ada KPC yang membantu. Ini bukti nyata kepedulian perusahaan. Saya menyaksikan sendiri cepatnya respon mereka. Semoga operasional KPC selalu lancar,” ucapnya.
Kepala SDN 013 menegaskan, dukungan infrastruktur ini memperkuat komitmen sekolah sebagai Sekolah Ramah Anak. SDN 013 meraih Adiwiyata Nasional Desember 2025 dan kini tengah menuju Adiwiyata Mandiri.
Manager External Relations KPC, Nanang Supriyadi, menyebut proyek ini bagian dari komitmen perusahaan mendukung pembangunan berkelanjutan. “Ini bentuk sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Sekaligus gambaran praktik tata kelola yang baik di Kutai Timur,” tegasnya.
Pembangunan jalan sejalan dengan dua dari tujuh program utama CSR KPC: peningkatan mutu pendidikan dan penguatan infrastruktur dasar.
Di balik angka Rp1,5 miliar, ada cerita yang lebih bermakna: anak-anak kini berangkat dengan sepatu bersih, tanpa takut tergelincir. Jalan semenisasi SDN 013 menjadi simbol harapan, jembatan menuju masa depan, dan bukti bahwa kolaborasi mampu menghadirkan perubahan nyata.










