Karawang Cetak Rekor IPM 74,59: Kualitas Hidup Meningkat, Kemiskinan Menyusut

Penulis: Nina Susanti
Editor: Redaksi
Grafik IPM Karawang 2025
Grafik IPM Karawang 2025

Filesatu.co.id, KARAWANG | KABUPATEN Karawang sukses mencatatkan rapor hijau dalam pembangunan manusia. Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Karawang tahun 2025 melonjak ke angka 74,59.

Angka ini bukan sekadar statistik; kenaikan dari 73,82 pada tahun sebelumnya ini resmi menempatkan Karawang dalam kategori IPM Tinggi. Lonjakan ini mencerminkan perbaikan nyata pada tiga pilar utama: kesehatan yang lebih terjamin, akses pendidikan yang lebih luas, dan daya beli masyarakat yang menguat.

Bacaan Lainnya

Salah satu pencapaian paling mencolok adalah Angka Harapan Hidup (AHH) yang kini menyentuh 75,57 tahun. Artinya, warga Karawang kini memiliki peluang hidup lebih lama dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Akselerasi ini didorong oleh penguatan Universal Health Coverage (UHC) dan masifnya revitalisasi Puskesmas menjadi fasilitas rawat inap. Kita ingin layanan kesehatan bukan lagi barang mewah, tapi hak yang mudah diakses di pelosok wilayah,” tulis laporan strategis Bapperida dalam forum perencanaan pembangunan daerah.

Di sektor pendidikan, Karawang menunjukkan progres signifikan. Rata-rata Lama Sekolah (RLS) naik menjadi 8,31 tahun, sementara Harapan Lama Sekolah (HLS) berada di angka 12,22 tahun.

Strategi “keroyokan” menjadi kunci, mulai dari rehabilitasi ruang kelas, pemberian beasiswa, hingga penguatan jalur non-formal seperti PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) bagi warga yang ingin mengejar ketertinggalan pendidikan melalui program Kejar Paket.

Di tengah bayang-bayang inflasi, daya beli masyarakat Karawang justru menunjukkan ototnya. Pengeluaran per kapita naik menjadi Rp13.251 (dalam ribuan rupiah). Hal ini sejalan dengan penurunan angka kemiskinan yang cukup drastis.

Data Maret 2025: Persentase penduduk miskin Karawang menyusut menjadi 7,08 persen (169,8 ribu jiwa), turun 0,78 persen dari tahun sebelumnya. Capaian ini melampaui target yang dipatok dalam RPJMD.

Meski IPM meroket, Karawang masih memiliki pekerjaan rumah besar. Struktur ekonomi daerah masih sangat “kecanduan” pada sektor industri pengolahan yang menyumbang 72 persen PDRB. Kondisi ini membuat ekonomi lokal sangat rentan terhadap guncangan geopolitik dan rantai pasok global.

Untuk memitigasi risiko tersebut, Pemkab Karawang telah merancang 9 Langkah Strategis, di antaranya:

  • Diversifikasi Ekonomi: Menggenjot sektor pertanian, perikanan, dan peternakan agar tidak melulu bergantung pada pabrik.
  • Efisiensi Birokrasi: Penyederhanaan izin usaha untuk menarik investasi baru.
  • Visi 2027: Mematok target pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,47% hingga 7,41%.

Dengan IPM yang kini berada di level tinggi, Karawang bukan lagi sekadar “kota industri” yang kaku, melainkan daerah yang mulai memanusiakan warganya melalui layanan dasar yang berkualitas. Tantangan ke depan adalah memastikan pertumbuhan ekonomi ini dirasakan merata hingga ke lapisan masyarakat terbawah. ***

 

Tinggalkan Balasan