Filesatu.co.id, BATURAJA | DIBALIK profesi jurnalis yang identik dengan ketegasan dan keberanian, tersimpan kisah cinta yang tak selalu berujung bahagia. Kisah itu dialami oleh Raden Muhammad Wahyu sapaan sehari hari bang Usil, seorang jurnalis senior yang dikenal tekun, rendah hati, dan penuh dedikasi, baik dalam pekerjaan maupun kehidupan pribadinya.sabru 31 Januari 2026.
Bertahun-tahun Raden Muhammad Wahyu sapahan sehari hari bang Usil setia menjaga perasaan terhadap pujaan hatinya. Cinta itu dipertahankan dengan kesabaran dan ketulusan, meski kerap harus dipendam dalam diam. Setiap langkah hidupnya selalu diawali dengan ucapan bismillah, sebuah keyakinan yang menjadi pegangan dalam menjalani tugas jurnalistik maupun perjuangan hidup.
Sebagai jurnalis, Raden Muhammad Wahyu sapahan sehari hari bang Usil dikenal profesional dan bertanggung jawab. Di luar pekerjaannya, ia juga mengembangkan usaha mandiri demi memperkuat perekonomian. Semua upaya itu bukan semata untuk dirinya sendiri, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab dan harapan untuk masa depan bersama wanita yang ia cintai.
Sosoknya dikenal ramah, tidak sombong, dan mudah bergaul. Ia menjalin hubungan baik dengan rekan kerja maupun mitra bisnis, tanpa membedakan latar belakang. Keteguhan sikap dan kesederhanaannya membuatnya dihormati banyak orang.
Namun belakangan ini, pertanyaan kerap muncul dalam batinnya. Dalam keyakinan dan doanya, Raden Usil berharap sang pujaan hati mampu memahami perasaan serta perjuangan yang selama ini ia lakukan dengan diam-diam.
Di ahir 31 Januari 2026, kisah cinta itu belum menemukan jawabannya. Yang tersisa hanyalah harapan—bahwa ketulusan akan menemukan jalannya, dan perasaan yang dijaga dengan sabar suatu hari akan dimengerti. ***




