Mutasi Besar-besaran di Karawang: Bupati Aep Syaepuloh Rampingkan SOTK demi Efisiensi 2026

Rotasi dan mutasi 216 pejabat di Lapangan Karangpawitan, Rabu 31-12-2025 malam
Rotasi dan mutasi 216 pejabat di Lapangan Karangpawitan, Rabu 31-12-2025 malam

Filesatu.co.id, KARAWANG | ADA pemandangan yang tidak biasa di penghujung tahun 2025 di Kabupaten Karawang. Jika biasanya prosesi sakral pelantikan pejabat aparatur sipil negara (ASN) digelar di gedung formal atau aula pemerintahan yang tertutup, Pemerintah Kabupaten Karawang justru memilih lokasi yang merakyat dan terbuka.

Bertempat di tengah hiruk-pikuk Bazar UMKM Lapangan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, Bupati Karawang Aep Syaepuloh memimpin langsung prosesi rotasi dan mutasi besar-besaran terhadap ratusan pejabat pada Rabu malam (31/12/2025). Lokasi yang dipadati ribuan warga yang menanti detik-detik pergantian tahun baru 2026 ini menjadi saksi bisu pergeseran kursi kepemimpinan di lingkungan Pemkab Karawang.

Bacaan Lainnya

Langkah unik ini bukan tanpa alasan. Bupati Aep Syaepuloh ingin memberikan pesan mendalam bahwa ASN adalah pelayan masyarakat, sehingga pengambilan sumpah di hadapan publik secara langsung merupakan pengingat jati diri mereka.

“Semoga momen ini menjadi pengingat bagi para ASN untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Mereka dilantik dan diambil sumpah di tengah lautan masyarakat sehingga tidak lupa terhadap siapa mereka berbakti,” ujar Bupati Aep di sela-sela acara.

Hadir mendampingi Bupati dalam prosesi tersebut, Wakil Bupati Karawang Maslani, Sekretaris Daerah Asep Aang Rahmatullah, Ketua DPRD Karawang Endang Sodikin, serta unsur Forkopimda Karawang lainnya. Kehadiran lengkap para petinggi daerah ini menegaskan pentingnya momentum rotasi tersebut bagi masa depan pembangunan Karawang.

Berdasarkan data resmi dari Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Karawang, terdapat ratusan posisi yang mengalami penyegaran. Secara keseluruhan, malam itu terdapat 216 pejabat struktural dan 46 pejabat fungsional yang resmi dilantik dan diambil sumpahnya.

Rotasi dan mutasi ini meliputi berbagai tingkatan, mulai dari:

  1. Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II).
  2. Pejabat Administrator.
  3. Pejabat Pengawas.
  4. Pejabat Fungsional Tertentu.

Pengukuhan ini diharapkan mampu membawa energi baru di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar dapat bekerja lebih lincah dan responsif terhadap keluhan masyarakat di lapangan.

Salah satu sorotan utama dalam pelantikan malam tahun baru ini adalah pengukuhan pejabat hasil perampingan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK). Bupati Aep menjelaskan bahwa kebijakan perampingan ini bukan sekadar langkah politik, melainkan mandat untuk mengefektifkan kinerja birokrasi.

“Perampingan SOTK ini bukan kebijakan populis seorang kepala daerah, tetapi langkah strategis yang memang harus diambil. Kami merampingkan dinas demi efisiensi, efektivitas, dan optimalisasi kinerja anggaran agar tepat sasaran,” tegas Aep.

Kebijakan ini juga selaras dengan program strategis nasional terkait transformasi birokrasi. Dengan struktur yang lebih ramping namun kaya fungsi, diharapkan setiap instansi di Karawang dapat bergerak lebih cepat dalam mendorong peningkatan perekonomian daerah dan pelayanan publik.

Pemilihan Lapangan Karangpawitan sebagai lokasi pelantikan juga menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap sektor ekonomi kreatif. Ribuan warga yang hadir untuk merayakan malam pergantian tahun secara otomatis menjadi pasar bagi para pelaku UMKM yang menjajakan produknya di bazar tersebut.

Integrasi antara kegiatan pemerintahan dan ekonomi kerakyatan ini dipandang sebagai inovasi positif. Sembari menyaksikan pelantikan, warga bisa berbelanja produk lokal, menciptakan perputaran uang yang signifikan di malam terakhir tahun 2025. Hal ini sejalan dengan visi Bupati untuk memperkuat ekonomi lokal sebagai fondasi kemajuan daerah.

Sebagai penutup dalam sambutannya di atas podium terbuka, Bupati Aep menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh elemen yang telah bekerja keras selama setahun terakhir. Ia menekankan bahwa tahun 2026 harus menjadi titik awal percepatan pembangunan dengan semangat kebersamaan.

“Hal ini merupakan upaya dalam mewujudkan tagline Karawang Maju. Tentunya butuh kerjasama semua unsur, mulai dari jajaran ASN, TNI, Polri, hingga masyarakat luas. Karawang hanya bisa maju jika semua unsur bergerak bersama,” pungkasnya.

Dengan tuntasnya rotasi dan mutasi ini, gerbong pemerintahan Kabupaten Karawang resmi memasuki tahun baru dengan formasi baru. Masyarakat kini menanti pembuktian dari para pejabat yang baru dilantik untuk merealisasikan janji pelayanan publik yang lebih baik, transparan, dan berpihak pada rakyat kecil.

 

Tinggalkan Balasan