Filesatu.co.id, KARAWANG | RENCANA pembangunan tempat hiburan malam Holywings di Karawang mendapat tentangan keras dari Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PRIMA DMI) Karawang. Organisasi ini menilai kehadiran Holywings akan merusak moral dan menimbulkan keresahan masyarakat.
Ketua PRIMA DMI Karawang, Romadhoni, menyatakan pihaknya mengecam keras pembangunan Holywings, terutama karena lokasinya yang berada di tengah kota dan tanpa sosialisasi kepada masyarakat.
“Pembangunan sudah berjalan berbulan-bulan dan menimbulkan kemacetan di Jalan Tuparev, membuat masyarakat tidak nyaman. Semula kami kira itu untuk area parkir, ternyata Holywings,” ujar Dhoni, yang juga Ketua terpilih PRIMA DMI Jawa Barat.
Dhoni menegaskan, kehadiran tempat hiburan malam identik dengan minuman beralkohol dan berpotensi merusak karakter serta mental remaja. Ia menilai dampak buruknya jauh lebih besar daripada manfaatnya.
“Jika pendirian tempat hiburan ini tetap berjalan, kami tidak akan segan-segan menurunkan ribuan massa remaja masjid langsung di depan gedung Holywings,” ancamnya.
Ia menambahkan, masyarakat, pemuda, dan remaja Karawang sudah sangat resah dengan rencana ini karena berpotensi menyebabkan perbuatan maksiat.
“Tidak ada sosialisasi untuk masyarakat. Pemilihan lokasinya juga tidak tepat, tidak cocok dengan karakter masyarakat Karawang yang agamis, berbudaya, dan beretika,” tegas Dhoni.
Mewakili aspirasi remaja dan pemuda masjid se-Karawang, Dhoni mendesak Pemerintah Daerah dan DPRD Karawang, khususnya Komisi IV, untuk menolak izin Holywings.
“Kami menolak ini sebagai upaya pencegahan maksiat. Kami mohon kepada pemerintah Karawang untuk tidak mempertimbangkan perizinannya, karena sudah tidak sesuai SOP yang berlaku,” tutupnya. ***




