Video DJ Viral Gegerkan Publik OKU

Penampilan disjoki (DJ) asal ibu kota, Natalia
Penampilan disjoki (DJ) asal ibu kota, Natalia

Filesatu.co.id, BATURAJA | SEBUAH video penampilan disjoki (DJ) asal ibu kota, Natalia, memicu kegaduhan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Video yang beredar luas di media sosial ini menunjukkan aksi saweran yang dinilai sebagian masyarakat tidak sesuai dengan nilai moral dan budaya setempat.

Dalam video yang viral sejak Jumat (12/09/25), terlihat lembaran uang berhamburan di atas meja DJ saat ia tampil di sebuah tempat hiburan malam di Baturaja. Rekaman ini awalnya diunggah oleh kanal GS sebelum kemudian menyebar dan menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.

Bacaan Lainnya

Tanggapan Keras dari Masyarakat dan Tokoh Agama

Fenomena ini menimbulkan beragam reaksi. Sebagian menganggapnya sebagai bentuk hiburan biasa, namun tak sedikit pula yang mengecam dan menganggapnya sebagai tontonan yang merusak. Seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan kekhawatirannya. “Kami khawatir jika dibiarkan, generasi muda bisa terbawa arus hiburan yang tidak mendidik. Pemerintah harus turun tangan,” ujarnya.

Keresahan ini juga mendapat respons dari Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama OKU, H. Alikhan Ibrahim. Menurutnya, peristiwa tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan bentuk kemunduran moral yang harus dilawan bersama.

“Ini bukan budaya kita. Jelas bertentangan dengan nilai agama dan adat. Aksi saweran seperti itu adalah bentuk kemunduran moral,” tegas Alikhan.

Lebih lanjut, GNPF Ulama OKU berencana mengambil sikap resmi dengan mengeluarkan seruan moral, termasuk mendesak penutupan tempat-tempat hiburan malam yang dianggap merusak akhlak masyarakat. Alikhan juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menolak keberadaan usaha yang berpotensi menjadi sarana maksiat.

“Masyarakat di sekitar lokasi hiburan malam harus menolak dan tidak memberikan izin. Bagi yang sudah terlanjur, sebaiknya menarik kembali dukungan tersebut,” katanya.

Selain itu, GNPF Ulama OKU juga mendorong pemerintah daerah dan MUI setempat untuk membuat regulasi tegas yang mengharamkan tempat usaha dijadikan sarana kemaksiatan.

Hingga saat ini, video DJ Natalia masih menjadi topik hangat di media sosial. Masyarakat menantikan langkah konkret pemerintah daerah dalam menertibkan aktivitas hiburan malam di OKU agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kehidupan sosial dan moral. ***

Tinggalkan Balasan