Warga Sambungrejo Bergejolak! “Harga Mati, Kami Tolak IPLT-2!”

Warga Sambungrejo tolak pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT-2)
Warga Sambungrejo tolak pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT-2)

Filesatu.co.id, SIDOARJON | PENOLAKAN keras membahana dari warga Desa Sambungrejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, terhadap rencana pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT-2) di wilayah mereka. Dengan spanduk membentang dan tanda tangan sebagai bukti, warga menyatakan “Harga Mati, Kami Menolak!” pembangunan yang dianggap mengancam lingkungan dan masa depan pertanian mereka (20/07/2025).

Aksi dadakan warga digelar di area persawahan, tepat di depan papan bertuliskan “Aset Milik Pemerintah Kabupaten Sidoarjo”. Spanduk-spanduk besar tak hanya mengusung penolakan, tetapi juga menyuarakan kekecewaan mendalam: “WARGA DESA SAMBUNGREJO MENOLAK!!! RENCANA PEMBANGUNAN IPLT-2 DI DESA SAMBUNGREJO” dan “HARGA MATI TOLAK!!! RENCANA PEMBANGUNAN IPLT-2 DI DESA SAMBUNGREJO.”

Bacaan Lainnya

Seorang warga bahkan terlihat memegang lembaran penuh tanda tangan, menjadi saksi bisu betapa masifnya dukungan terhadap penolakan ini.

Menurut Khabib Zakariyah, Ketua BPD Desa Sambungrejo, pembangunan IPLT-2 dikhawatirkan akan membawa dampak buruk serius. Mulai dari ancaman terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat, hingga rusaknya lahan pertanian produktif yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian warga.

“Kami belum pernah diajak musyawarah. Tahu-tahu sudah ada rencana pembangunan di sini. Ini wilayah pertanian, bukan tempat limbah tinja,” tegas seorang tokoh warga yang memilih untuk tidak disebutkan namanya, menyiratkan adanya proses perencanaan yang terkesan sepihak.

Warga mendesak pemerintah daerah untuk segera membatalkan rencana pembangunan IPLT-2 dan mencari lokasi alternatif yang lebih sesuai secara teknis, sosial, dan lingkungan.

Khabib Zakariyah menambahkan, “Di sini dibangun sekolah atau tempat kesehatan itu lebih tepat yang sangat membantu dan bermanfaat bagi warga. Apalagi banyak anak-anak kami masuk SMPN 2 Sukodono terhambat zonasi. Juga di Sukodono belum ada SMAN atau SMKN, itu sangat cocok.” Ini menunjukkan bahwa warga memiliki harapan dan prioritas pembangunan yang jauh berbeda dari rencana IPLT-2.

 

Tinggalkan Balasan