Tradisi Kirim Dawuhan Warga Ampelgading Selorejo, Refleksi Keharmonisan Manusia Dan Alam Yang Perlu Dipertahankan

Tampak Bupati Rijanto (Rompi Coklat) memberikan sambutan dalam acara kenduri kirim Dawuhan desa Ampelgading kecamatan Selorejo
Tampak Bupati Rijanto (Rompi Coklat) memberikan sambutan dalam acara kenduri kirim Dawuhan desa Ampelgading kecamatan Selorejo

Filesatu.co.id, BLITAR | TRADISI Tasyakuran Kirim Dawuhan, acara adat tahunan warga masyarakat Ampelgading, yang merupakan wujud rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas sumber mata air yang melimpah dan tidak pernah kering. Sehingga hasil pertanian dan perikanan dapat selalu menjadi pengharapan warga setiap tahunnya.

Tradisi ini biasanya dilaksanakan saat menyambut Tahun Baru, dan berlangsung meriah namun tetap sakral, menjadi agenda pertama di tahun baru 2026 oleh masyarakat Dusun Tegalrejo, Desa Ampelgading, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar, bertempat di Waduk Tirto Langgeng, Kamis (01/01/2026).

Bacaan Lainnya

Bupati Blitar Rijanto hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa, Kirim Dawuhan merupakan warisan budaya luhur yang mengandung nilai gotong royong, harmoni dengan alam, serta kearifan lokal. Menurutnya, tradisi ini bukan hanya simbol budaya, tetapi juga pengingat pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam dalam mengelola pertanian.

“Kirim Dawuhan adalah bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Tuhan sekaligus sarana memanjatkan doa agar pertanian di Kabupaten Blitar terus diberkahi, sebagai ungkapan rasa syukur dari komunitas petani setempat atas hasil panen dan ketersediaan air yang mendukung pertanian, perikanan, dan konsumsi masyarakat sepanjang tahun,” ungkap Bupati Rijanto.

Bupati Rijanto menegaskan bahwa, Kabupaten Blitar memiliki potensi besar di sektor pertanian yang perlu dikelola secara inovatif dan berkelanjutan. Ia mendorong para petani untuk terus berinovasi, memanfaatkan teknologi pertanian, meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil panen, serta menerapkan praktik pertanian ramah lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menekankan pentingnya peran petani muda sebagai bagian dari regenerasi sektor pertanian. Menurutnya, keterlibatan generasi muda sangat dibutuhkan untuk mencetak petani yang kreatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki semangat kewirausahaan.

“Peran petani muda sangat penting. Pemerintah daerah akan terus mendorong pendampingan, pelatihan, serta membuka akses yang dibutuhkan agar sektor pertanian tetap menjadi masa depan yang menjanjikan, bukan sekadar warisan masa lalu,” tegasnya.

Bupati Blitar Rijanto juga berharap bahwa, Tradisi kirim dawuhan mengandung nilai-nilai kearifan lokal yaitu nilai religius, nilai gotong royong, nilai kesetaraan gender, nilai musyawarah, nilai kerukunan, dan nilai pelestarian lingkungan.

“Kegiatan ini harus tetap lestari, agar masyarakat senantiasa menjaga dan melestarikan tradisi kirim dawuhan sehingga tidak mengalami kepunahan dimasa mendatang,” pungkas Bupati Rijanto.(Pram).

Tinggalkan Balasan