Filesatu,co.id, Banyuwangi | Warga sekitar dusun Stembel desa Gambiran Kecamatan Gambiran sempat digegerkan meninggalnya Suraten (nenek) yang tinggal di rumah sendiri dengan kondisi tubuh lebam dan sudah membengkak.
Berawal kecurigaan Samsiyah (tetangganya) pagi sekitar pukul 10:00 Wib tanpa melihat aktivitas nenek Suraten, padahal menurutnya, kemarin Rabu (27/8/2025) sekitar pukul 15:00 Wib diketahui masih beraktivitas diluar rumahnya.
Mempunyai firasat kurang enak akhirnya Syamsiah memberanikan diri masuk rumah yang tidak terkunci dan spontan masuk kedalam, dan terkejut melihat nenek Suraten sudah tidak bergerak dengan badan membengkak.
Mengetahui hal itu, Syamsiah bergegas meminta pertolongan kepada warga sekitar yang akhirnya warga mulai berdatangan, saat itulah salah satu warga menghubungi Polsek Gambiran.
Mendapati laporan warganya, Kapolsek Gambiran AKP Badrodin Hidayat, S.H, M.H langsung bergegas menuju lokasi bersama anggotanya untuk melakukan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) disusul tim Inafis dari Polresta Banyuwangi dan tim Kesehatan Puskesmas Gambiran.
Dikatakan Kapolsek Gambiran AKP Badrodin Hidayat, S.H, hasil olah TKP dan menurut keterangan saksi diperkuat dengan hasil pemeriksaan medis.
”Dugaan awal penyebab kematian korban dikarenakan mati wajar karena faktor usia dan dikuatkan oleh keterangan anak korban akhir-akhir ini sering sakit-sakitan,” kata AKP Badrodin Hidayat, S.H, pada media ini. Kamis (28/8/2025).
Selain itu, dikatakan Badrodin Hidayat, kematian Nenek yang sempat beredar di masyarakat perhiasan/kalung emas yang dileher tidak ada (menghilang) setelah dilakukan olah TKP masih ada.
“Masih ada menempel pada leher korban karena tertutup oleh lebam yang ada di leher korban bagian depan, tadi kita juga sampaikan kepada seluruh warga masyarakat guna menghindari beredarnya informasi negatif,”ungkap Badrodin didampingi Kepala Dusun Gambiran.
e
Untuk mengetahui penyebab pastinya dari kematian, lanjut Badrodin, maka perlu kiranya dilakukan beda mayat atau otopsi (bedah mayat) namun pihak keluarga menolak tidak berkenan otopsi.
”Pihak Keluarga menyatakan telah mengikhlaskan atas meninggalnya Suraten yang akhirnya membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan otopsi,” pungkasnya.




