Tangan Dingin Pontas Hutahaen dan Entis Sutisna Berhasil Pulangkan Korban TPPO di Kamboja

Penulis: Opik Suryana
Editor: Redaksi

Filesatu.co.id, KARAWANG | BERKAT dedikasi dan kerja keras tim kuasa hukum Jabar Istimewa, Pontas Hutahaen, bersama aktivis Pekerja Migran Indonesia (PMI), Entis Sutisna, seorang warga Karawang yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) akhirnya berhasil dipulangkan ke tanah air.

Korban bernama Muhammad Hanif Abdul Karim (20) sempat mengalami masa-masa kelam dan penyiksaan saat bekerja di Kamboja. Kini, Hanif telah kembali dengan selamat ke pelukan keluarganya di Karawang.

Bacaan Lainnya

Pontas Hutahaen menjelaskan bahwa upaya penyelamatan ini bermula dari instruksi langsung Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Selaku Tim Kuasa Hukum Jabar Istimewa, Pontas ditugaskan untuk merespons cepat aduan masyarakat Jawa Barat, khususnya warga Karawang, yang terjerat sindikat TPPO di luar negeri.

“Begitu menerima laporan mengenai Hanif yang menjadi korban TPPO di Kamboja, kami langsung bergerak melakukan percepatan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan korban bisa pulang dengan selamat,” ujar Pontas.

Upaya tersebut membuahkan hasil setelah Pontas berkomunikasi dengan Ketua Komisi III DPRD Karawang, H. Dedi Indra Setiawan. “Alhamdulillah, atas kepekaan sosial dan rasa kemanusiaan yang tinggi, beliau memberikan bantuan baik secara moril maupun materil sehingga Hanif dapat kembali ke tanah air,” tambahnya.

Kepulangan Hanif juga tidak lepas dari peran krusial Entis Sutisna, aktivis dari Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Wilayah Jabar. Entis mengungkapkan bahwa ia bergerak segera setelah menerima pengaduan dari orang tua Hanif yang merasa putranya terjebak dalam situasi berbahaya di Kamboja.

“Kami langsung berkoordinasi dengan Bang Pontas Hutahaen selaku pengacara Jabar Istimewa untuk mencari solusi teknis pemulangan Hanif,” terang Entis.

Dalam kesempatan tersebut, Entis menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak KBRI Phnom Penh, khususnya kepada Rovi Khmer selaku pihak konsuler yang banyak memberikan bantuan selama proses birokrasi di Kamboja.

Secara khusus, Entis juga memuji langkah nyata Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Karawang, Dedi Indra. Menurutnya, aksi nyata ini menjadi catatan penting dalam sejarah kepedulian legislatif di Karawang.

“Ini merupakan sejarah. Pertama kalinya ada anggota DPRD Karawang yang begitu peduli dan turun tangan langsung atas nasib pekerja migran korban TPPO asal Karawang,” tutup Entis. ***

Tinggalkan Balasan