Tahlil Kubro Muslimat NU Buduran, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Ulama-Umara

Penulis: Didik
Editor: Redaksi
Tahlil Kubro Muslimat NU Buduran
Tahlil Kubro Muslimat NU Buduran

Filesatu.co.id, SIDOARJO | Ratusan jamaah Ikatan Hajjah Muslimat Nahdlatul Ulama (IHM Muslimat NU) se-Kecamatan Buduran mengikuti kegiatan Tahlil Kubro yang berlangsung pada Minggu pagi (25/10/2026) di Balai Desa Sidokepung di Jalan Sapu Jagat Nomor 31, Sidopurno 2, Desa Sidokepung, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan keagamaan ini menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi ant jamaah sekaligus menjaga tradisi keagamaan yang telah mengakar di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). Suasana kebersamaan tampak dalam pertemuan yang diikuti para jamaah Muslimat NU dari berbagai wilayah di Kecamatan Buduran.

Bacaan Lainnya

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Muslimat NU Sidokepung, Ibu Umi Barokah, M.Pd.I., serta Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Buduran, Ibu Dra. Hj. Asalut Toyibah, bersama ratusan jamaah IHM Muslimat se-Kecamatan Buduran.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Sidokepung, Arintono, S.E. yang menyampaikan sambutan, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan keagamaan yang dinilai memiliki peran penting dalam menjaga hubungan sosial dan memperkuat kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, kegiatan yang berlangsung pada Minggu pagi itu bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan juga menjadi ruang untuk merawat kebersamaan dan membangun komunikasi yang baik antara pemerintah desa dengan organisasi keagamaan.

“Melalui kegiatan Minggu pagi yang ceria ini, kita masih bisa menjalin silaturahmi serta terus bersinergi dengan Muslimat NU. Ini merupakan bentuk kolaborasi ulama dan umara agar bisa berjalan seiring dan sejalan dalam kegiatan keagamaan di Desa Sidokepung,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.

Sinergi antara ulama dan umara dinilai penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis. Peran organisasi keagamaan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas ibadah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian sosial, menjaga kerukunan, dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

Melalui Tahlil Kubro ini, jamaah Muslimat NU diharapkan terus menjaga tradisi keagamaan, mempererat persaudaraan, serta berkontribusi positif dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa tradisi keagamaan dan hubungan yang harmonis antara masyarakat, ulama, serta pemerintah desa merupakan bagian penting dalam merawat kerukunan dan membangun kehidupan bermasyarakat yang lebih baik.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *