Sri Rahayu Dekatkan Layanan Publik dalam Festival Rakyat Berbasis Budaya Lewat Dewan Menyapa Warga

0-4064x3048-0-0-{}-0-24#bokehtype:0#;ts:3187448386000;appts:1792222260520;qlty:1;;illum:2 scene:0 humanIn:10;

Filesatu.co.id, KARAWANG |  Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Sri Rahayu Agustina, S.H., membuka Festival Rakyat Berbasis Budaya Sunda melalui program Dewan Menyapa Warga di Desa Pasirkamuning, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan ini memadukan pelayanan publik, pelestarian budaya Sunda, pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penguatan silaturahmi antara wakil rakyat dan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris DPRD Provinsi Jawa Barat H. Dodi Sukmayana, S.E., M.M., Anggota DPRD Kabupaten Karawang Abdul Aziz, Camat Telagasari Sri Rezeki, Kepala Desa Pasir Kamuning Ir. Didin Mahrudin, Ketua BPD Desa Pasir Kamuning Mahrudin, serta unsur masyarakat dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Sri Rahayu menyampaikan rasa syukur karena kegiatan ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berkumpul, bersilaturahmi, sekaligus menikmati beragam kegiatan yang mengangkat kekayaan budaya lokal.
“Pertama-tama, mari kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT. Alhamdulillah, pada siang hari ini kita bisa berkumpul bersama dan bersilaturahmi dalam kegiatan Festival Rakyat Berbasis Budaya melalui program Dewan Menyapa Warga,” ujar Sri Rahayu. Sabtu (17/10-26)
Rangkaian acara diawali dengan senam bersama yang diikuti masyarakat Desa Pasirkamuning. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pelayanan publik untuk mendekatkan akses layanan kepada warga.
Empat jenis layanan yang dihadirkan meliputi pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk), pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan Samsat, serta pelayanan Surat Izin Mengemudi (SIM).
Kehadiran pelayanan publik ini memperlihatkan bahwa kegiatan kemasyarakatan dapat dirancang tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi warga.
Program Dewan Menyapa Warga menjadi ruang pertemuan antara wakil rakyat dan masyarakat, sekaligus membuka kesempatan bagi warga untuk memanfaatkan layanan di lingkungan desa.
Acara dilanjutkan dengan penyambutan rombongan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dan DPRD Kabupaten Karawang yang berlangsung meriah berkat penampilan kesenian lokal.
Sri Rahayu mengapresiasi keterlibatan pemerintah desa dan masyarakat dalam menyukseskan kegiatan tersebut, serta menceritakan pengalamannya saat diarak menggunakan odong-odong.
“Awalnya saya sempat takut juga, tetapi Alhamdulillah luar biasa. Kegiatan ini membuat masyarakat bahagia dan senang,” tuturnya.
Menurut Sri Rahayu, keterlibatan masyarakat dalam menampilkan kesenian daerah menjadi bagian penting dari upaya mempertahankan tradisi agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ia menegaskan bahwa festival ini bukan hanya agenda anggota dewan, melainkan kegiatan bersama yang melibatkan pemerintah desa dan seluruh lapisan masyarakat.
Festival ini juga memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka melalui lapak-lapak usaha di lokasi acara, yang diharapkan dapat menggerakkan perekonomian warga desa.
Rangkaian festival dijadwalkan berlanjut hingga malam hari. Agenda lanjutan meliputi kegiatan keagamaan berupa istighosah, tradisi dongdang yang melibatkan masyarakat sekitar pukul 15.30 WIB, serta pertunjukan wayang golek pada malam hari.
Sri Rahayu berharap seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar dan berpesan agar masyarakat menjaga kebersamaan serta mengikuti kegiatan dengan tertib. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan selama pelaksanaan acara, terutama terkait kondisi cuaca yang cukup panas.
“Semoga kita semua diberikan kesehatan sehingga bisa mengikuti seluruh rangkaian acara sampai malam nanti. Tidak banyak yang ingin saya sampaikan. Kurang lebihnya saya mohon maaf,” ucapnya.
Perpaduan pelayanan publik, pemberdayaan UMKM, kesenian tradisional, dan kegiatan sosial ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi warga Desa Pasir Kamuning sekaligus menjaga identitas budaya Sunda tetap hidup di tengah masyarakat.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *