Filesatu.co.id, Banyuwangi | Membludaknya pengunjung destinasi wisata Gerbang Raung, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi berdampak macet parah, baik yang akan keluar maupun masuk di destinasi wisata tersebut, Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 17.15 sore.
Akses keluar masuk hanya satu jalan, dengan lebar jalan sekitar tiga meter tersebut membikin pengunjung yang mengendarai roda empat berdampak macet.
“Waduh macet parah, bagaimana mana ini, sudah dua jam lebih belum terurai. Jalan macet total,” cetus salah satu pengunjung yang hendak keluar dari destinasi wisata Gerbang Raung.
Meski waktu sudah sore hari, pengunjung wisata Gerbang Raung tersebut terus berdatangan, akibatnya kepadatan kendaraan terjebak disepanjang jalan yang tidak begitu lebar tersebut.
“Alamat malam hari saya sampai hotel,” celetuk salah satu pengedara mobil berplat B.
Sementara, Webi perempuan asal Desa Gambiran, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi mengaku, dirinya keluar dari destinasi wisata Gerbang Raung ini, sekitar pukul 14.30 siang. Namun hingga pukul 15.15 sore jalan masih macet.
“Kendaraan padat merayap, kayak kota Jakarta aja, mau keluar aja sulit, bisa-bisa saya sampai rumah mendekati isya,” gerutu Bu Webi, ibu satu anak tersebut.
Ia mengaku, dirinya ke tempat wisata ini pada Rabu (31/12/2025) saat menuju lokasi wisata alam ini, jalan sangat lenggang sekali, jarang kendaraan roda empat maupun roda dua masuk dikawasan wisata ini.
“Saat saya menuju lokasi ini (Gerbang Raung, red) pada Rabu (31/12/2025) sengaja bermalam untuk menyambut Tahun Baru, namun jalan masih belum begitu ramai. Tapi ketika saya pulang, mulai dari parkiran sudah macet, mau keluar susah,”ujar Webi pada Media ini.
Perempuan yang memiliki Cafe Sambel Belut Mama WEBI ini juga mengaku bahwa dirinya bersama keluarga memang hobby travelling, tidak hanya travelling di Banyuwangi saja, dirinya sudah melalang buana ke lokasi wisata di Indonesia bahkan sempat luar negeri.
Ia juga mengungkapkan, pengalaman dirinya berkunjung ke wisata Gerbang Raung, menurutnya tidak kali ini saja, dirinya sudah beberapa kali berkunjung dan mendirikan kemah di lokasi wisata tersebut.
“Saya bersama keluarga sangat hoby mengunjungi tempat wisata, makanya di mobil selalu siap tenda, dan alat-alat camping lainnya,”ungkapnya.
Webi berharap kepada pengelola destinasi wisata Gerbang Raung memikirkan persoalan ini, agar wisatawan yang akan berkunjung tidak kapok, dan berkunjung kembali.
Bahkan, selain macet lanjut Webi, ada sedikit koreksi soal pegawai pemandu wisata yang menurut nya ada salah satu pemandu kurang bagus dalam beretika mengahadapi wisatawan.
” Ya ini masukan saja, namun sudah diselesaikan langsung oleh management dan meminta maaf kepada kami langsung.
“Semoga tidak hanya persoalan macet saja, namun terus berbenah karena destinasi wisata Gerbang Raung ini memang sangat indah, dan alami,”pungkasnya.
Untuk diketahui, Wisata Gerbang Raung favorit dengan Camping, managemet menyediakan tenda dengan harga terjangkau bagi masyarakat ekonomi bawah. Warga luar kota yang ingin menginap, dapat menyewa tenda dengan harga sewanya hanya Rp 50 ribu,” ujarnya.




