Filesatu.co.id, SIDOARJO | SUASANA Desa Wirobiting, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, mendadak panas pada Senin pagi (27/10/2025). Puluhan warga tumpah ruah di halaman kantor desa, membawa spanduk besar bertuliskan “Pecat Carik dari Jabatan, Keluarkan dari Desa Wirobiting.”
Amarah warga meledak setelah kabar tak sedap menyebar Sekretaris Desa (Sekdes) Wirobiting (Fd) diduga menjalin hubungan gelap dengan seorang perempuan bersuami. Cerita itu menyeruak dari sebuah malam yang seharusnya dingin dan tenang, tiba-tiba berubah menjadi adegan penuh amarah.
Sang suami, seorang pedagang buah sederhana, pulang lebih awal dari biasanya malam itu (23/10/2025). Bukannya menemukan ketenangan rumah, ia justru mendapati pemandangan yang merobek hatinya. Di balik pintu rumah, ia melihat istrinya dan sang Sekdes dalam situasi yang tak sepantasnya terjadi.
Kabar itu menyebar cepat, secepat bara api di ladang kering. Upaya damai di tingkat RT gagal total harga diri telah terinjak, dan warga menilai perbuatan Sekdes tak hanya melukai rumah tangga seseorang, tapi juga mencoreng kehormatan desa.
“Dia pejabat, seharusnya jadi contoh, bukan malah mempermalukan warga sendiri,” ujar salah satu tokoh masyarakat dengan nada geram.
Puncak kemarahan warga akhirnya pecah menjadi aksi protes terbuka. Balai Desa Wirobiting dipenuhi suara lantang, wajah tegang, dan tatapan kecewa. Namun di tengah suasana memanas, Kepala Desa Supriyadi tampil menenangkan. Ia menggelar pertemuan terbuka, disaksikan aparat dari Polsek, Koramil, dan Satpol PP Prambon.
Dalam forum yang penuh tekanan itu, Supriyadi akhirnya mengumumkan keputusan penting:
“Telah disepakati pemberhentian Sekdes hari ini dari kedinasanya,” ujarnya tegas, disambut sorak lega dari warga.
Ia menegaskan, pemberhentian berlaku mulai hari itu juga. Surat Keputusan resmi akan diterbitkan dalam waktu satu minggu.
“Proses administratif sedang berjalan di tingkat pimpinan yang lebih tinggi,” tambahnya.
Selain pencopotan jabatan, warga menuntut adanya denda moral dan sosial bukan sekadar uang, tetapi bentuk pertanggungjawaban atas luka dan aib yang telah ditorehkan.
Pertemuan yang semula menegangkan akhirnya berakhir tertib. Warga pulang dengan wajah lega meski masih menyimpan getir.
“Kami berharap situasi tetap aman dan kondusif. Semua proses berjalan sesuai aturan,” pesan Kepala Desa Supriyadi.
Dengan keputusan itu, Pemerintah Desa Wirobiting menegaskan bahwa martabat desa harus dijaga, dan setiap pejabat publik wajib memberi teladan, bukan noda. ***




