Filesatu.co.id, Blitar | Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan daya saing industri hasil tembakau. Salah satunya dengan menggelar pelatihan bagi buruh dan pelaku industri rokok lokal yang didanai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2025.
Pelatihan ini menyasar peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pengelolaan keuangan, dan sistem pergudangan di lingkungan industri rokok. Program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata sektor industri tembakau agar tetap bertahan dan berkembang di tengah dinamika pasar.
Kepala Bidang Industri (Kabid) Disperindag Kabupaten Blitar Temy Sevidiana menjelaskan bahwa, pelatihan dilakukan secara bertahap dan terstruktur agar efektif menjawab permasalahan di lapangan.
“Tujuannya adalah memberdayakan dan meningkatkan kualitas tenaga kerja agar industri hasil tembakau di Blitar tetap berkelanjutan dan kompetitif,” ungkap Temy, Kamis (17/07/2025).
Disperindag menyelenggarakan tiga jenis pelatihan, yaitu:
Pelatihan pelintingan rokok sebanyak tiga tahap, untuk mengasah keterampilan teknis buruh baru maupun lama.
Pelatihan penguatan SDM pabrik sebanyak dua tahap, dengan fokus pada pengembangan soft skill seperti komunikasi kerja dan kepemimpinan.
Pelatihan pengelolaan SDM, keuangan, dan gudang sebanyak satu tahap, yang diarahkan pada peningkatan efisiensi manajemen internal pabrik.
Temy menegaskan bahwa, pelatihan ini bukan hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga peningkatan kapasitas manajerial di tingkat usaha kecil dan menengah. Ia menyebut aspek koordinasi internal sering menjadi titik lemah yang harus dibenahi.
“Dengan pelatihan ini, pelaku industri bisa mengelola usaha secara lebih profesional. Harapannya, produktivitas dan daya saing industri hasil tembakau di Blitar meningkat,” tandas Temy.
Kegiatan pelatihan telah berlangsung sejak Juni 2025 dan menggandeng lembaga pelatihan yang kompeten agar materi yang diberikan relevan dan aplikatif.
“Melalui dukungan DBHCHT, kami ingin mendorong peningkatan kualitas buruh industri rokok dan menciptakan sektor industri yang lebih efisien serta berdaya saing tinggi,” pungkas Temy.(Pram/Adv Kmf).




