Rumah Pintar PT BSI Raih Penghargaan Kementerian ESDM, Habiskan Rp 300 Miliar untuk PPM di Pesanggaran

FILESatu.co.id, Banyuwangi | Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) bidang pendidikan PT Bumi Suksesindo (PT BSI) meraih penghargaan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI.

Bacaan Lainnya

Program Rumah Pintar dinilai sebagai program pendidikan nonformal yang inklusif dan berhasil menyisihkan puluhan perusahaan tambang lainnya di Indonesia.

Penghargaan bergengsi itu diserahkan dalam ajang Apresiasi Bidang PPM atau Corporate Social Responsibility (CSR) Badan Usaha Pertambangan Mineral Tahun 2026 di Jakarta International Expo, Selasa (3/11/2026).

Penghargaan diserahkan oleh Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Ditjen Minerba dan Batubara Kementerian ESDM, Cecep Muhammad Yasin, kepada Site Director sekaligus Kepala Teknik Tambang (KTT) PT BSI, Roelly Fransza.

Roelly menyampaikan, program PPM anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk itu telah berjalan memasuki tahun kesembilan. Program ini dijalankan Divisi Community Development and Empowerment di bawah Departemen Compliance and Community Development (CNCD).

“Kami start program PPM pada 2018. Hingga 2025, kami telah mengeluarkan anggaran lebih dari Rp 300 miliar atau $17,7 juta untuk merealisasikan program-program PPM,” ujar Roelly, Rabu (4/11/2026).

Rumah Pintar, kata Roelly, melayani pelatihan bagi masyarakat lintas usia di sekitar tambang. Mulai dari kursus komputer, Bahasa Inggris, dan Matematika untuk anak sekolah, pelatihan pemasaran daring untuk remaja dan pemuda, hingga pelatihan produk olahan untuk ibu-ibu dan bapak-bapak.

Sebelumnya, Kementerian ESDM menurunkan tim penilai yang terdiri atas perwakilan ESDM dan akademisi Universitas Brawijaya serta Universitas Indonesia. Penilaian dilakukan melalui seleksi administrasi, wawancara, dan verifikasi lapangan sepanjang Juli hingga September 2026.

“Program kami di Rumah Pintar cukup beragam dan terbuka, meskipun ada kuota. Alhamdulillah, program kami dinilai inklusif karena melibatkan masyarakat lintas usia. Selain itu, materinya juga dinilai baik untuk peningkatan kapasitas masyarakat,” tuturnya.

Selain Rumah Pintar, PT BSI juga merealisasikan program PPM yang berfokus pada delapan pilar sesuai amanat Undang-Undang Minerba. Yakni pendidikan, kesehatan, tingkat pendapatan riil atau pekerjaan, kemandirian ekonomi, sosial dan budaya, lingkungan, kelembagaan komunitas, dan infrastruktur penunjang PPM.

Menurut Roelly, PPM menjadi pintu komunikasi perusahaan dengan masyarakat untuk membina hubungan harmonis, yang merupakan salah satu pilar penting dalam pengelolaan tambang berpedoman Good Mining Practices (GMP).

“Ekspektasi kami, keberadaan PT BSI bisa berdampak positif bagi sosial dan ekonomi masyarakat,” tuturnya.

Cakupan penerima PPM PT BSI meliputi lima desa di Kecamatan Pesanggaran, yaitu Sumberagung, Sumbermulyo, Pesanggaran, Kandangan, dan Sarongan. Selain itu, program juga menyasar desa-desa jalur logistik perusahaan, yakni Buluagung, Siliragung, Kesilir, Barurejo, Seneporejo, Temurejo, Bangorejo, Sukorejo, Ringintelu, Kebondalem, Sambimulyo, dan Sambirejo.

Di desa-desa tersebut, berbagai program telah terwujud, antara lain beasiswa S-1 dan D-4, pembangunan atau perbaikan gedung sekolah, pembangunan atau perbaikan jalan desa, pembinaan usaha kecil masyarakat, hingga bantuan pengembangan dan pelestarian budaya lokal.

Roelly menegaskan, kunci kesuksesan PPM adalah melibatkan pemangku kepentingan setempat.

“Kami berharap dampak program PPM bisa berkelanjutan, tetap lestari meskipun PT BSI tidak lagi beroperasi,” tandasnya.

Sebagai informasi, pelaksanaan PPM PT BSI selalu mengacu pada Rencana Induk Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) yang disusun dengan memperhatikan masukan dan kebutuhan pemangku kepentingan dan masyarakat setempat.

Tahun ini, Kementerian ESDM memberikan penghargaan PPM kepada 15 perusahaan se-Indonesia. Selain PT BSI, perusahaan Merdeka Group lainnya yang meraih penghargaan adalah PT Sulawesi Cahaya Mineral untuk program penguatan kelembagaan desa untuk keberlanjutan rantai pasok.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *