Filesatu.co.id, Banyuwangi |Sepertinya Banyuwangi tak pernah berhenti berinovasi, hal itu juga itu sering disampaikan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani termasuk di kesehatan yang mengarahkan untuk menghadirkan teknologi medis terkini. Karena, melihat akan kebutuhan akan pelayanan kesehatan yang cepat, aman, dan minimal resiko semakin menjadi perhatian masyarakat modern.
Menjawab tantangan tersebut, RSUD Blambangan Banyuwangi juga turut berinovasi, salah satunya layanan terbaru yang kini tersedia yakni Laparoskopi Kolesistektomi atau Bedah teropong batu empedu.
Sebuah metode bedah modern pengangkatan kantong empedu yang akan memberikan banyak keuntungan bagi pasien jika dibandingkan dengan bedah konvensional.
Berbeda dengan bedah konvensional yang memerlukan sayatan 10 – 15 cm, prosedur laparoskopi ini hanya dengan sayatan kecil sekitar 0,5 hingga 1 cm. Perbedaan ini yang akan memberikan keuntungan yang besar bagi pasien, seperti nyeri yang minimal, sehingga pasien bisa kembali beraktivitas sehari-hari yang jauh lebih cepat.
Seperti yang dilakukan Tim medis RSUD Blambangan yang dipimpin oleh dr Arif Dharmawan, Sp.B, FINACS, tindakan laparoskopi kolesistektomi ini pada pasien eeet yang sudah terbukti terdapat batu empedu melalui pemeriksaan USG terlebih dahulu.
”Biasanya pasien tersebut keluhan utamanya adalah sakit maag, mual, kembung yang tidak kunjung sembuh dengan terapi rutin obat-obatan biasa,” kata dr Arif, pada media ini. Kamis (11/12/2025).
Ditambahkan, Plt. Direktur Rsud Blambangan dr. Asiyah, MMRS, FISQua, RSUD Blambangan selain mengedepankan pasien, juga berkomitmen untuk menyediakan layanan kesehatan yang berkualitas dan terkini untuk masyarakat, termasuk tindakan laparoskopi kolesistektomi yang aman dan efektif.
”Semua itu semata-mata untuk meningkatkan kemampuan dalam rangka memberikan layanan terbaik bagi warga Banyuwangi dan sekitarnya,”ungkapnya. (*)




