Filesatu.co.id, SAMPANG | PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur merealisasikan komitmennya dalam penguatan sektor pendidikan melalui peresmian program revitalisasi dan rehabilitasi sarana-prasarana SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta se-Madura, yang dipusatkan di Kabupaten Sampang.
Program ini menjangkau empat kabupaten di Pulau Madura, yakni Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, dan Kabupaten Sumenep, dengan total anggaran mencapai Rp47.831.355.253 untuk 60 lembaga pendidikan.
Berdasarkan rekapitulasi anggaran, Kabupaten Bangkalan memperoleh alokasi Rp14.116.755.000 untuk 16 lembaga (13 SMA dan 3 SMK). Kabupaten Sampang menerima Rp14.346.449.455 bagi 15 lembaga (7 SMA, 5 SMK, dan 3 SLB). Kabupaten Pamekasan mendapatkan Rp5.822.168.463 untuk 13 lembaga (5 SMA dan 8 SMK), sedangkan Kabupaten Sumenep memperoleh Rp13.545.982.335 untuk 16 lembaga (11 SMA, 3 SMK, dan 2 SLB).
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa program revitalisasi ini tidak sekadar menyentuh aspek fisik bangunan, melainkan juga bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan belajar siswa.
“Revitalisasi ini meliputi perbaikan ruang kelas, laboratorium, ruang administrasi, toilet, ruang bimbingan konseling, ruang OSIS, hingga pembangunan ruang praktik untuk SMK. Harapannya, proses belajar mengajar menjadi lebih aman, nyaman, dan bermutu, sekaligus memperkecil kesenjangan antara wilayah daratan dan kepulauan,” ujarnya.
Bupati Sampang, Slamet Junaidi, menyambut baik dukungan dari Pemprov Jatim tersebut. Menurutnya, penguatan infrastruktur pendidikan merupakan investasi jangka panjang dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di Madura.
“Sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten harus terus diperkuat agar manfaat program ini benar-benar dirasakan oleh siswa dan tenaga pendidik. Pendidikan adalah kunci untuk membawa Madura naik kelas,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menekankan bahwa pembangunan sektor pendidikan tidak berhenti pada pembenahan sarana fisik. Melalui program “Madura Maju, Madura Unggul, Madura Naik Kelas”, Pemprov menargetkan peningkatan signifikan jumlah lulusan Madura yang berhasil menembus perguruan tinggi negeri pada 2026.
“Yang kita bangun bukan hanya gedungnya, tetapi juga masa depan generasi Madura. Kita ingin semakin banyak anak-anak Madura yang diterima di perguruan tinggi negeri dan mampu bersaing di tingkat nasional,” tandasnya.
Peresmian ini menjadi penanda bahwa penguatan pendidikan di Madura diarahkan tidak hanya pada pembangunan infrastruktur sekolah, tetapi juga pada lompatan prestasi dan daya saing generasi muda di level yang lebih tinggi. ***





