Filesatu.co.id, SIDOARJO | RAPAT koordinasi Kirab Budaya Desa Sidokepung, Kecamatan Buduran, telah sukses digelar hari ini, Rabu, 16 Juli 2025. Pertemuan ini merupakan bagian krusial dari persiapan acara budaya yang sarat makna historis dan spiritual. Rencananya, acara puncak kirab akan berlangsung pada Sabtu, 19 Juli 2025, dengan rute utama menuju Pesarean Mbah Sapu Jagad — sebuah situs lokal yang dihormati sebagai simbol penjaga nilai-nilai budaya dan spiritual masyarakat setempat.
Kegiatan penting ini dihadiri oleh berbagai tokoh budaya dan pemerintahan. Di antaranya, tampak hadir Kepala Desa Sidokepung, Ketua Panitia Chairul Jamil, tokoh spiritual Mbah Sapu Jagat, serta Ketua Forum Kebudayaan Sidoarjo, Ainul Yaqin.
Adapun, kirab dijadwalkan akan dimulai pukul 15.00 WIB dari lapangan desa. Acara ini akan melibatkan sejumlah sekolah, seperti SDN Sidokepung 1 & 2, SDN Sukorejo 1, dan juga SMPN 2 Buduran. Keterlibatan para pelajar ini menjadi bagian penting dari misi edukasi budaya kepada generasi muda.
Peran Penting Kirab dalam Pelestarian Budaya
Menurut Ainul Yaqin, kirab budaya ini bukan hanya sekadar acara seremonial tahunan, melainkan sebuah gerakan berkelanjutan untuk memperkuat kesadaran sejarah dan identitas budaya bangsa.
“Jika kita tidak menanamkan kecintaan pada sejarah dan budaya sejak dini, generasi mendatang bisa kehilangan jati diri,” ujar Ainul. Ia menambahkan, “Situs seperti Pesarean Mbah Sapu Jagat bukan sekadar makam, melainkan pengingat tentang akar spiritual dan kebudayaan kita.”
Pesan dari Pemangku Pesarean Mbah Sapu Jagad
Sementara itu, pemangku Pesarean Mbah Sapu Jagad menyampaikan sebuah pesan mendalam. “Kirab Budaya ini adalah awal yang baik bagi Desa Sidokepung. Harapannya bisa menjadi agenda rutin tahunan yang benar-benar mengangkat nilai-nilai budaya Jawa dan warisan leluhur kita. Ini penting agar generasi muda tahu jati dirinya sebagai orang Jawa, Nusantara, dan Indonesia.”
Beliau juga berpesan kepada para peziarah, “Mari jaga kebersihan, adab, dan tata krama saat berziarah. Hormati tempat ini dengan menjaga kesucian, keamanan, dan ketertiban. Sebab, warisan leluhur adalah kehormatan kita bersama.”
Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda rutin Forum Kebudayaan Sidoarjo, sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap masa depan budaya Indonesia di tengah arus modernisasi yang kian deras.





