Filesatu.co.id, Madiun | Aksi demontrasi rupanya tak hanya terjadi di Senayan Jakarta. Hari ini, ratusan warga Desa Dempelan Kecamatan/Kabupaten Madiun juga melakukan aksi demo, menuntut bendahara desa mundur dari jabatan, Kamis (28/05/2025).
Bukan tanpa sebab, aksi ini dipicu oleh ulah bendahara desa. Forum masyarakat yang berdemo menilai aparatur keuangan tersebut tidak becus dalam bertugas. Dugaan kuat, terjadi kebocoran PADes Dempelan.
Tak hanya desakan untuk mundur dari jabatan, inspektorat setempat pun diminta turun melakukan audit secepatnya.
“Secepatnya surat ini akan kami kirim ke inspektorat untuk segera dilakukan audit” jelas Nurul Lishartati, Pj Kepala Desa Dempelan.
Perihal desakan untuk diberhentikan, Nurul belum bisa mengiyakan. Kendati demikian, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pemkab.
“Kami tidak bisa atau belum bisa memenuhi itu, karena belum terbukti kalau bendahara desa menyalahgunakan uang. Maka dari itu pihak desa belum bisa menyanggupi keinginan masyarakat. Kita berkoordinasi dengan pimpinan yang di atas,” imbuh Nurul.
Sementara itu, Camat Madiun Hariono tak menampik adanya keterlambatan setoran PADes dari bendahara ke rekening kas desa (RKD).
“Informasi ini minggu kemarin, dan segera kita tindak lanjuti untuk menyelesaikan tanggungan bendahara desa. Sebelum kegiatan dimulai, seharusnya dana sudah masuk. Itu sudah saya perintahkan untuk dimusyawarahkan di desa agar bisa ditindaklanjuti proses pencairannya. Sebagian pencairan tunjangan perangkat desa juga sudah disampaikan,” ujar Camat.
Dalam hal pengawasan, lanjut Hariono, pihak kecamatan sudah ada tindak lanjut. Adanya keterlambatan dana masuk rekening, itu mutlak tugas bendahara.
“Pengawasan kecamatan tidak kebobolan, karena kemarin sudah disampaikan kepada kami dan langsung kita tindaklanjuti. Jadi memang ada monitoring dan evaluasi. Kalau keterlambatan masuknya uang ke rekening, itu lebih ke prosedur di bendahara. Setoran terakhir 21 Agustus sudah lunas, tapi memang dilakukan bertahap,” pungkas Camat.




