Filesatu.co.id, Banyuwangi |Sempat mati suri cukup lama, lembaga swadaya masyarakat (LSM) Badan Pemantau Penyelenggara Pemerintah Republik Indonesia (BP3RI) kembali bangkit ditengah masyarakat luas.
BP3RI diibaratkan lahir kembali ”BP3RI New Reborn” hari ini Minggu (20/7/2025) ratusan anggotanya BP3RI di launching sekaligus diberikan pembekalan dan pengenalan bagi anggota yang baru bergabung.
Kegiatan yang ditempatkan di Rumah Makan Seblang desa Padang kecamatan Singojuruh dengan mengundang hadirkan tokoh lintas Media dan serta LSM. Turut hadir Kapolsek Singojuruh AKP Ahmad Rudi S.H yang diwakilkan Kanit Bhabinkamtibmas Aiptu Didik Sudarmanto, dan Ir Wahyudi selaku tokoh agama.
Diawali acaranya, tarian Gandrung menyambut para undangan sebagai pembuka seremoni dilanjutkan sambutan oleh ketua harian H Nurudin, S.H, mengajak agak momentum ini kedepannya BP3RI lebih memilikii dedikasi dan kedisiplinan.
Melalui ini, digerakkan semua lini, menjalankan tugas secara profesional kordinasi secara intensif untuk antisipasi penyalahgunaan profesi.
“Hari ini ibaratkan bangun tidur panjangnya, BP3RI sudah 16 tahun berdiri suatu usia yang matang dalam dunia aktivis, untuk itu, harapan kami kedepan BP3RI semakin sold,”ucap H Nurudin.
Sementara sambutan inti Ketua umum BP3RI Sugeng Setiawan, S.H menegaskan bahwa BP3RI New Reborn dengan segala perubahan kegiatan dan aturan baru untuk semua anggotanya.
Menurutnya, BP3RI tidak lagi gaya cara lama, semua anggota disarankan aga5 tidak ada intimidasi dan arogansi saat menjalankan tugas dan menghadapi narasumber,”kata Sugeng.
Bahkan, lanjut Pria yang juga berprofesi sebagai Advokat anggota DPC PERADI Banyuwagi ini, menekankan kepada anggota untuk mencari data terhadap narasumber mengutamakan dan menegakkan kebenaran dengan cara bukan mencari cari.
“Kita dibekali dengan Undang-undang. semua ada aturannya, hadirnya LSM sudah perintah undang-undang, disitu sudah jelas ada peran masyarakat yaitu mengkritik, jadi tanpa di minta sudah diperintah.
“Tanpa kehadiran LSM BP3RI untuk mempunyai peran dan tugas undang -undang negara mau jadi apa, makanya kehadiran kami disini untuk mewujudkan panggilan dari negara yaitu peran masyarakat.
Sugeng juga menegaskan peran BP3RI saat ini menjalankan investigasi dilapangan dengan cara elegan tidak ada prilaku wajah garang.
” Saya tegaskan bilamana ada anggota dilapangan melakukan tindakan yang menyimpan atau intervensi terhadap pejabat atau narasumber bisa laporkan pada kami dan jika terbukti menyalahi aturan akan saya pecat langsung,” tegas Sugeng.
Menutup sambutannya, Sugeng berpesan kepada anggotanya jangan merasa bangga dibekali KTA agar digunakan yang benar, jika melakukan kesalahan akan dipangkas.
“Teruskan perjuangan untuk wujudkan perintah Undang-undang dan kami dukung selama menjalankan profesi dengan profesional,” tutup Sugeng.





