Filesatu.co.id, Banyuwangi | Supiyanto (51) warga desa Tegalrejo kecamatan Tegalsari, selaku penerima manfaat rumahnya selesai dibedah warga secara gotong royong bersyukur dan berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pihak yang terlibat, Media FIlESATU.co.id, ASN Banyuwangi Berbagi, Michael Edi Hariyanto ketua DPC Demokrat Banyuwangi, Camat Tegalsari dan Pemerintah desa Tegalrejo.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini, rumah kami menjadi lebih layak huni” ujar Supiyanto kepada Media ini, Minggu (14/3/2026).
Seolah mendapat sesuatu yang sangat besar, Supiyanto, terlihat lebih sumringah karena rumah yang dulu yang nyaris roboh kini sudah layak huni dan dapat dinikmati bersama keluarga tercintanya. Bahkan, selama bertahun-tahun hidup tanpa memiliki jamban yang saat buang air kecil atau besar harus berlari ke pinggir hutan karena rumahnya berdekatan dengan hutan, sekarang ada jamban WC nya meskipun belum ada kran airnya.
“Alhamdulillah, atap diganti sekarang sudah tidak bocor lagi, diding juga sudah aman tidak lagi kwatir roboh, lantai juga sudah sudah diperbaiki dan sudah dibuatkan WC,”ungkapnya dibarengi aliran air matanya.
Memang, sebelumnya kondisi rumah keluarga Supiyanto betul – betul memperihatinkan, rumah sempit berukuran lima kali enam meter dihuni satu keluarga empat orang, anak istri dan ibu mertua nya. Supiyanto tidak bisa memperbaiki rumahnya disebabkan ekonomi keluarga yang berpenghasilan minim hanya cukup buat makan ditambah kesehatan yang kurang baik.
Tokoh masyarakat sekaligus panitia penggalang dana bedah rumah, Moh Abdurrosid juga menyampaikan terimakasih kepada para pihak yang sudah berdonasi, semoga niat baik semua yang mendonasikan sebagian rezekinya, dan semoga mendapat berkah sendiri dari Allah SWT.
“Saya pribadi dan atas mewakili semua pihak, sekali lagi menyampaikan banyak terimakasih,” ungkap Gus Rosid sapaannya.
Dikesempatan itu, Gus Rosid kepada keluarga penerima manfaat juga berpesan agar rumah Supiyanto bisa terjaga secara baik, terutama terhadap keluarga dekatnya yang memiliki jiwa yang sehat senantiasa saling membantu serta menjaga kerukunan keluarga.
Sekedar diketahui, secara umum rumah Supiyanto sudah layak dihuni bersama keluarganya, namun masih ada yang tersisa keprihatinannya yakni belum miliki seperti keluarga umum lainnya, masih belum punya sumur apalagi Sanyo. Untuk keperluan air minum, memasak, mandi atau lainnya harus pergi ke sebelah rumah yang berjarak sekitar 100 meter dengan membawa ember. Sungguh kasihan dan ternyata, di kabupaten Banyuwangi masih ada kehidupan yang seperti ini.
Media ini menulis semoga menjadikan motivasi kita bersama bahwa kehidupan memang saling berkaitan dan saling membutuhkan satu sama lainnya, dan semoga menjadi bagian orang yang bisa bermanfaat bagi orang lain.





