Ikan Teri Menu MBG Disorot DPRD Banyuwangi, Komisi IV Siap Gelar Sidak

Filesatu.co.id, Bayuwangi | Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan. Kali ini, sajian lauk ikan teri goreng untuk siswa Taman Kanak-kanak (TK) di Blimbingsari menimbulkan kritik keras dari DPRD Banyuwangi. Menu tersebut dinilai tidak memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan pemerintah.

Peristiwa itu terjadi di Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, di mana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Blimbingsari Balong menyajikan nasi dengan ikan teri goreng porsi kecil, satu lembar daun selada, sepotong tahu, sepotong mentimun, dan buah semangka. Foto dan laporan mengenai menu ini kemudian mencuri perhatian publik.

Bacaan Lainnya

Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Patemo, menilai kejadian tersebut sangat ironis mengingat pemerintah telah mengalokasikan anggaran memadai serta menetapkan standar menu MBG melalui Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam aturan BGN, menu MBG untuk anak usia dini wajib memenuhi angka kecukupan gizi harian, mencakup protein hewani minimal 20–30 gram, sayur dalam porsi layak, serta variasi bahan pangan yang seimbang.

“Karena itu, seharusnya masalah ini menjadi catatan dan perhatian serius,” tegas Patemo, Jum’at (5/12/2025).

Menurutnya, suguhan ikan teri dengan porsi minim jelas tidak memenuhi standar tersebut. Ia mengingatkan bahwa beberapa waktu lalu Banyuwangi juga sempat diterpa kasus keracunan MBG, sehingga setiap penyedia menu harus lebih berhati-hati.

“Ini menjadi pembelajaran. Jangan sampai anak-anak kita, generasi penerus bangsa, justru mendapat asupan yang tidak layak,” ujarnya.

Untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang, Komisi IV akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) dalam waktu dekat.

“Kami akan turun langsung ke SPPG untuk melihat kondisi objektif di lapangan,” tambahnya.

Sementara itu, Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koordinator Wilayah Banyuwangi, Masrulin Dwi Manfi, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaksesuaian menu tersebut.

“Kami akan memberikan teguran terhadap SPPG Blimbingsari Balong,” terangnya.

Diwaktu yang berbeda Ketua Perkumpulan Pendopo Semar Nusantara, Uny Saputra, juga menyoroti persoalan gizi dalam menu tersebut. Menurutnya, porsi ikan teri goreng tidak mampu memenuhi kebutuhan protein hewani yang seharusnya cukup untuk mendukung tumbuh kembang anak.

“Standarnya jelas, menu MBG wajib mengandung sumber protein hewani yang memadai, bukan sekedar ada. Kalau porsinya kecil dan tanpa variasi, tentu gizinya tidak seimbang dan tidak sesuai pedoman BGN,” tegas Uny.

Ia meminta pemerintah lebih ketat mengawasi penyedia menu agar anggaran dan tujuan program benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi anak-anak.

Tinggalkan Balasan