Hj. Sri Rahayu Puji Kreativitas Pemuda Walahar Kelola Danau Cinta: Simbol Kebangkitan Wisata Desa!

Penulis: Nina Susanti
Editor: Redaksi
Anggota DPRD Jabar Hj. Sri Rahayu Agustina saat di Danau Cinta Walahar
Anggota DPRD Jabar Hj. Sri Rahayu Agustina saat di Danau Cinta Walahar

Filesatu.co.id, KARAWANG | PESONA wisata berbasis komunitas di Kabupaten Karawang kini memasuki babak baru. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Golkar, Hj. Sri Rahayu Agustina, SH, memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan Danau Cinta Walahar sebagai destinasi unggulan yang mampu menggerakkan struktur ekonomi kreatif dari akar rumput.

Dalam agenda pengawasan lapangan yang dilakukan pada Januari 2026, legislator dari Dapil X (Karawang-Purwakarta) ini menegaskan bahwa optimalisasi aset wisata lokal adalah kunci utama dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa. Sinergi antara pelestarian lingkungan dan pemberdayaan pemuda di Desa Walahar dinilai telah menciptakan ekosistem wisata yang sehat dan sangat produktif.

Bacaan Lainnya

Salah satu aspek yang paling menonjol dalam tinjauan tersebut adalah kemandirian generasi muda Desa Walahar dalam mengelola aset wisata secara profesional. Bagi Hj. Sri Rahayu, keterlibatan pemuda lokal bukan sekadar pelengkap, melainkan manifestasi nyata dari kedaulatan ekonomi desa.

“Sore ini saya meninjau langsung Danau Cinta Walahar. Tempat ini sangat luar biasa karena dikelola secara mandiri oleh kelompok pemuda-pemudi lokal,” ujar Hj. Sri Rahayu Agustina. Ia meyakini bahwa model pengelolaan berbasis komunitas (community-based tourism) seperti ini harus menjadi percontohan di Jawa Barat untuk menekan angka pengangguran di tingkat perdesaan.

Poin krusial dalam fungsi pengawasan kali ini adalah keberhasilan warga dalam melakukan inovasi lingkungan. Tanaman eceng gondok yang biasanya dianggap sebagai gulma atau hama perairan, di tangan warga Walahar justru bertransformasi menjadi produk ekonomi kreatif bernilai ekonomi tinggi.

Hj. Sri Rahayu mengaku terpukau melihat kualitas kerajinan tangan yang dihasilkan, seperti:

  • Tas Etnik Premium: Berbahan serat alam dengan desain modern.
  • Sandal Kreatif: Produk eco-friendly yang modis dan nyaman.
  • Produk Interior: Perlengkapan dekorasi rumah yang mulai menarik minat pasar internasional.

“Ini adalah inovasi yang harus kita dorong agar UMKM desa naik kelas. Saya berkomitmen untuk mengawal Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Pariwisata Jabar agar memberikan dukungan sertifikasi produk dan akses pemasaran digital bagi pengrajin Walahar,” tegasnya.

Keunggulan Danau Cinta Walahar terletak pada keberhasilannya menyatukan sektor pariwisata dengan ketahanan pangan melalui budidaya tambak apung. Sinergi ini terbukti mampu memberikan double income atau pendapatan ganda bagi warga:

  1. Sektor Jasa: Melalui retribusi wisata, jasa perahu, dan manajemen spot foto.
  2. Sektor Produksi: Hasil ikan tambak segar yang menyuplai rumah makan kuliner legendaris di sekitar Bendung Walahar.

Hj. Sri Rahayu menegaskan akan terus menyuarakan perbaikan infrastruktur penunjang, seperti aksesibilitas jalan dan penataan kawasan kuliner, guna memastikan kenyamanan wisatawan tetap terjaga secara konsisten.

Menutup kunjungannya, Hj. Sri Rahayu mengajak masyarakat luas untuk menjadi promotor bagi wisata daerah sendiri. Dengan berwisata ke Danau Cinta, masyarakat secara langsung ikut berkontribusi dalam menyejahterakan UMKM lokal.

“Kepada seluruh masyarakat, baik dari Karawang maupun luar daerah, mari berkunjung ke Danau Cinta. Mari kita dukung Wisata Desa kita agar manfaatnya dirasakan abadi oleh anak cucu kita,” pungkas politisi perempuan dari Fraksi Golkar ini dengan penuh optimisme.

 

Tinggalkan Balasan