Filesatu.co.id, Ngawi | Praktik pembelian pupuk subsidi yang diduga tak sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) kembali dikeluhkan petani. Kali ini datang dari Kabupaten Ngawi-Jawa Timur. Harto, petani sekaligus mantan Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), mengungkap adanya pungutan tambahan dalam setiap pembelian pupuk subsidi yang semestinya dilindungi negara.
Menurut Harto, setiap karung pupuk subsidi yang dibeli petani dikenai biaya administrasi sebesar Rp5.000 hingga Rp8.000. Pungutan tersebut dinilai mencederai semangat subsidi yang seharusnya meringankan beban petani.
“Tidak sesuai HET Pak, ada admin 5 ribu dan 8 ribu,” ujarnya, Sabtu (03/01/2026).
Keluhan tersebut tidak berhenti di tingkat bawah. Harto mengaku telah melaporkan persoalan ini kepada Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Geneng. Namun, laporan itu seolah menguap tanpa tindak lanjut.
“Sudah saya sampaikan ke koordinator BPP, tapi hingga saat ini, sudah 3 minggu gak ada kabar,” keluhnya.
Minimnya respons di tingkat daerah mendorong Harto melangkah lebih jauh. Ia mencoba menyampaikan keluhan langsung kepada Menteri Pertanian, Amran. Namun harapannya kembali bertepuk sebelah tangan. Alih-alih menanggapi dugaan pelanggaran HET, respons yang diterima hanya sebatas informasi harga terbaru dengan potongan 20 persen.
Situasi ini semakin menguatkan dugaan adanya persoalan sistemik dalam distribusi pupuk subsidi di wilayah tersebut. Subsidi yang seharusnya dinikmati penuh oleh petani, justru tergerus biaya tambahan yang tidak jelas dasar hukumnya.
Sebagai mantan ketua Gapoktan, Harto menyampaikan harapan sederhana namun tegas agar distribusi pupuk di wilayahnya lebih transparan dan berpihak pada petani.
“Harapan saya, Desa Tambakromo memiliki kios pupuk sendiri, sehingga para petani mendapatkan pupuk sesuai dengan HET,” pungkasnya.
Kondisi ini menambah daftar panjang persoalan pupuk subsidi di lapangan. Ketika petani sudah bersuara hingga ke kementerian, namun keluhan tetap tak tersentuh, publik patut bertanya: di mana sebenarnya pengawasan negara atas distribusi pupuk yang dibiayai uang rakyat?
Dikonfirmasi terpisah, Koordinator BPP Geneng mengatakan sedang ada acara. Pihaknya mempersilahkan untuk datang ke BPP Geneng Senin depan.
“Mohon maaf ini saya masih ada acara keluarga, Senin saja langsung ke BPP Geneng,” jawabnya singkat.




