Hari Kedua Pencarian Bocah 9 Tahun Tenggelam di Sungai Setail, Basarnas Banyuwangi: Nihil Dilanjut ke Radius Lebih Jauh

Penulis: M Rossi
Editor: Eno Filesatu
Caption Foto: Basarnas Banyuwangi sebelum melakukan pencarian korban bocah 9 tahun tengelam di sungai Setail dusun Setembel desa/kecamatan Gambiran. Senin (4/8/2025).

Filesatu.co.id, Banyuwangi | Upaya pencairan anak umur 9 tahun yang dikabarkan hanyut terbawa arus sungai Setail  di Desa Gambiran Kecamatan Gambiran utara Jembatan Wiroguno, pencairan masih terus dilakukan oleh pihak keluarga juga gabungan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banyuwangi.

Di hari kedua, Senin (4/8/2025) Basarnas melakukan pencarian menambah radius sejauh 11 kilometer yang sebelumnya hanya 6 kilometer dari titik lokasi kejadian.

Bacaan Lainnya

”Pencarian di hari kedua ini masih nihil, kami mencari sampai di jembatan Mojoroto desa Tegalsari kecamatan Tegalsari,  sejak pukul 07 pagi hingga petang sekitar pukul 16:30 sore,” kata Wahyu Setia Budi Koordinator SAR Banyuwangi pada media ini, Senin ( 4/8/2025).

Dijelaskan Wahyu, kondisi arus sungai masih  cukup deras apalagi kontur sungai padas sungai yang memiliki semacam lorong arus bawah air,” Kendala masih seperti kemarin arus masih cukup deras,”jelas Wahyu.

Senada disampaikan Kapolsek Gambiran AKP Badrodin Hidayat, S.H., upaya pencarian korban bersama tim gabungan dari Basarnas, Polsek Gambiran, Polairud Banyuwangi, Koramil Gambiran, BPDB Banyuwangi, Tim Tagana, Damkar, Satpol PP,  851 Banyuwangi, dan Agen informasi Bencana, Ambulan Rumah Koin Dhuafa, juga Masyarakat sekitar.

”Besok pencarian masih lanjut  sampai radius 16 kilometer dari lokasi kejadian,” katanya.

Seperti diketahui bersama, korban berinisial F (nama samaran), diduga tenggelam dan terseret arus Sungai Setail, pada Sabtu (2/8/2025).

Kejadian bermula saat korban bersama temannya, R (nama samaran, 9), bermain di pinggir sungai sekitar pukul 15.00 WIB. Keduanya kemudian memutuskan untuk mandi di sungai. Menurut keterangan saksi R, saat berenang di kedalaman air sekitar sedagu, ia melihat F tenggelam.

R sempat berusaha menolong, namun tidak kuat menarik korban yang terseret arus sungai. Karena merasa ketakutan, R pulang ke rumah tanpa berani menceritakan kejadian tersebut kepada siapa pun.

Keluarga F yang kebingungan karena korban tak kunjung pulang akhirnya mencari keberadaannya. Sekitar pukul 19.00 WIB, mereka bertemu dengan R yang kemudian menceritakan peristiwa nahas tersebut.

Tinggalkan Balasan