Filesatu.co.id, SIDOARJO | PERINGATAN Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke-167 tahun 2026 menjadi momentum krusial bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo untuk menegaskan komitmen pembangunan. Mengusung semangat kolaborasi lintas sektor, sepanjang tahun 2025 Pemkab sukses menorehkan berbagai capaian nyata yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Sebagai “kado” istimewa bagi warga, revitalisasi Alun-Alun Sidoarjo kini telah tuntas. Ruang publik ikonik tersebut bertransformasi menjadi area yang lebih representatif, inklusif, dan fungsional. Wajah baru alun-alun ini tak sekadar menjadi pusat interaksi sosial dan ekspresi budaya, tetapi juga simbol komitmen pemerintah dalam menghadirkan ruang publik yang humanis bagi seluruh lapisan masyarakat.
Investasi SDM dan Perluasan Beasiswa
Di sektor pendidikan, Pemkab Sidoarjo terus memacu kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui Program Beasiswa Sidoarjo. Program yang menjadi bagian dari 14 program prioritas Bupati dan Wakil Bupati ini telah menyasar 2.010 penerima manfaat sepanjang tahun 2025.
Beasiswa tersebut mencakup kategori prestasi akademik (dalam dan luar negeri), non-akademik, mahasiswa kurang mampu, hingga bidang keagamaan. Memasuki tahun 2026, jangkauan program ini akan diperluas secara signifikan.
“Tahun 2026, kuota akan ditambah menjadi 4.000 penerima manfaat, mencakup beasiswa pendidikan tinggi hingga beasiswa yatim untuk jenjang SD, SMP, dan SMA,” tulis keterangan resmi Pemkab Sidoarjo.
Betonisasi Jalan dan Percepatan Infrastruktur
Urat nadi perekonomian juga terus diperkuat. Hingga akhir 2025, Pemkab mencatat lompatan besar melalui program betonisasi jalan sepanjang 12,67 kilometer di 13 ruas jalan utama. Langkah ini didukung dengan rehabilitasi dua jembatan strategis guna memperlancar mobilitas warga.
Inovasi berlanjut di tahun 2026 melalui Program Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK). Untuk mempercepat penanganan jalan rusak skala kecil di 18 kecamatan, setiap kecamatan kini dibekali armada khusus berupa mobil pickup dan mesin stamper. Sementara itu, mitigasi banjir tetap menjadi prioritas melalui normalisasi 10 sungai dan pembangunan rumah pompa secara masif.
Jaring Pengaman Sosial dan Kesehatan
Keberpihakan pada masyarakat kecil ditunjukkan melalui kolaborasi dengan Baznas yang berhasil merehabilitasi 450 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Respons cepat juga diberikan pada kondisi darurat dengan membangun kembali 50 rumah pasca-bencana (kebakaran dan atap ambruk).
Di bidang kesehatan, Sidoarjo berhasil meraih Penghargaan STBM Kategori Madya Tingkat Nasional berkat pembangunan 1.004 jamban sehat. Selain itu, insentif kader posyandu dinaikkan sebesar 100 persen sebagai ujung tombak penanganan stunting. Prestasi ini disempurnakan dengan capaian Universal Health Coverage (UHC) yang mencapai 80,87 persen keaktifan peserta JKN, serta raihan UHC Award Kategori Madya di awal 2026.
Lonjakan Investasi dan Layanan Publik Top Nasional
Iklim investasi di Sidoarjo menunjukkan tren positif dengan realisasi mencapai Rp 18,89 triliun pada 2025, atau 155,84 persen melampaui target. Sektor industri kimia, farmasi, dan logam menjadi kontributor utama, didukung oleh kemudahan perizinan melalui sistem digital OSS.
Kualitas birokrasi Sidoarjo pun mendapat pengakuan nasional. Ombudsman RI menobatkan Sidoarjo dalam Top 7 Nasional kualitas pelayanan publik tertinggi kategori pemerintah kabupaten.
Dengan visi “Inklusif Berkelanjutan, Sidoarjo Tangguh”, peringatan hari jadi ke-167 ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah penegasan arah pembangunan yang adaptif terhadap tantangan zaman. Kolaborasi dan sinergi lintas elemen terbukti menjadi kunci utama dalam membangun Sidoarjo yang lebih kuat, berdaya saing, dan sejahtera.




