Formabes, GAWAT, dan Puskesmas Tambelangan Bawa Harapan: Ratusan Warga Nikmati Pengobatan Gratis & Sunatan Massal

Kegiatan sosial besar pengobatan gratis dan sunatan massal
Kegiatan sosial besar pengobatan gratis dan sunatan massal

Filesatu.co.id, SAMPANG | DESA Birem di Kecamatan Tambelangan dipenuhi harapan pada Rabu (16/7/2025). Forum Madura Bersatu (Formabes) dan Gabungan Wartawan dan Aktivis Tambelangan (GAWAT), bersinergi dengan Puskesmas Tambelangan, mengadakan kegiatan sosial besar: pengobatan gratis dan sunatan massal. Balai desa berubah menjadi pusat kepedulian, menyambut ratusan warga yang mencari layanan kesehatan dan merasakan sentuhan nyata dari komunitas.

“Kami ingin menjadi bagian dari solusi. Ini cara kecil kami hadir dan peduli,” ungkap Samhari, Ketua PAC Formabes Tambelangan, dengan emosional. “Banyak warga di pelosok masih sulit mengakses layanan kesehatan. Kami berkomitmen menjangkau mereka.”

Bacaan Lainnya

Puskesmas Tambelangan, yang dipimpin dr. Bustanul Arifin, mengerahkan tim medis lengkap. Mereka tidak hanya memberikan pengobatan, tetapi juga mengedukasi warga tentang kesehatan. Menurut dr. Bustanul, sinergi komunitas dan tenaga kesehatan seperti ini menjadi bentuk ideal pelayanan promotif dan preventif.

“Pengobatan gratis ini tidak hanya menyembuhkan, tapi juga mengedukasi. Kami ingin masyarakat lebih sadar akan pentingnya pola hidup sehat sejak dini,” jelas dr. Bustanul.

Salah satu momen paling mengharukan terjadi saat belasan anak laki-laki mengikuti sunatan massal. Wajah mereka tegang, namun mereka menunjukkan keberanian. Nur Azizah, ibu dari salah satu peserta, tidak menahan tangis haru.

“Alhamdulillah, anak saya bisa disunat tanpa kami pusing soal biaya. Terima kasih banyak, ini sangat membantu kami,” ucapnya sembari menyeka air mata.

Akhyar, mantan Kepala Desa Birem yang mewakili Pj Kades, juga menghadiri kegiatan ini. Ia menyampaikan apresiasi tinggi, menyebut kegiatan tersebut sebagai contoh teladan gotong royong yang menginspirasi.

“Ini bukan sekadar layanan kesehatan, tapi juga momen menyatukan warga, pemuda, dan pemerintah. Inilah makna gotong royong yang sesungguhnya,” tegasnya.

Kegiatan berakhir dengan pembagian bingkisan untuk peserta sunatan. Panitia juga memberikan edukasi tentang pentingnya sanitasi, gizi, dan pencegahan penyakit menular. ***

Tinggalkan Balasan