Eksotisme Alun-Alun Lumajang di Ramadan 2026: Ngabuburit Digital yang Produktif

Penulis: Adi
Editor: Redaksi
Alun-Alun Lumajang pascarenovasi
Alun-Alun Lumajang pascarenovasi

Filesatu.co.id, LUMAJANG | SUASANA Ramadan di Lumajang menghadirkan nuansa baru. Di tengah keramaian warga yang menanti waktu berbuka puasa (ngabuburit), banyak pengunjung memanfaatkan gawai untuk mengikuti berbagai aktivitas positif secara daring.

Kini, ngabuburit tidak hanya identik dengan berburu takjil atau bersantai bersama keluarga. Kehadiran fasilitas Wi-Fi publik gratis dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang membuka ruang baru bagi masyarakat untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang lebih produktif dan bernilai ibadah.

Bacaan Lainnya

Terdapat empat titik layanan internet yang tersebar di area strategis alun-alun, memungkinkan masyarakat menikmati akses jaringan yang stabil. Dengan jangkauan luas, fasilitas ini dimanfaatkan oleh pelajar, pekerja, hingga keluarga yang beraktivitas di ruang terbuka sembari menikmati eksotisme Alun-Alun Lumajang pascarenovasi.

Menjelang waktu Magrib, sejumlah pengunjung terlihat mengikuti kajian Ramadan melalui platform digital. Ada pula yang membaca Al-Qur’an digital, mendengarkan murottal, atau menyimak tausiyah singkat sembari menunggu azan berkumandang.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lumajang, Mustaqim, menyampaikan bahwa penyediaan Wi-Fi publik merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mendorong pemanfaatan ruang publik secara lebih positif.

Menurutnya, Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk mengarahkan penggunaan teknologi pada aktivitas yang membangun karakter dan memperkuat nilai spiritual.

“Perubahan ini menunjukkan bahwa ruang publik dapat berkembang menjadi ruang belajar dan berbagi pengetahuan yang inklusif bagi semua kalangan,” terang Mustaqim dalam keterangannya, Rabu (25/2/2026) sore.

Selain mendukung kegiatan keagamaan, fasilitas ini juga dimanfaatkan pelajar untuk mengerjakan tugas sekolah dan mencari referensi pembelajaran. Sebagian pekerja pun tetap dapat menyelesaikan pekerjaan ringan dari ruang terbuka. Keberadaan internet gratis ini turut membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan kuota agar tetap dapat mengakses informasi edukatif selama Ramadan.

Salah satu pengunjung, Siti Aisyah (39), mengaku merasakan manfaat langsung dari fasilitas tersebut. Ia kerap datang bersama anaknya untuk menunggu waktu berbuka sambil mengikuti kajian daring.

“Biasanya kalau ngabuburit hanya jalan-jalan saja. Sekarang bisa ikut kajian online dan anak saya juga bisa belajar. Waktunya jadi lebih bermanfaat,” ujarnya.

Meski demikian, masyarakat tetap diimbau menggunakan fasilitas tersebut secara bijak dan menghindari aktivitas yang tidak produktif. Pemanfaatan teknologi secara sehat diharapkan menjadi bagian dari budaya digital masyarakat, khususnya di bulan suci yang identik dengan pengendalian diri dan peningkatan kualitas ibadah.

Melalui fasilitas ini, waktu menunggu berbuka tidak lagi sekadar jeda, melainkan menjadi ruang refleksi, belajar, dan penguatan nilai spiritual. Di tengah perkembangan teknologi, Ramadan di Lumajang menghadirkan wajah baru yang lebih terkoneksi, produktif, dan tetap hangat dalam semangat kebersamaan. ***

Tinggalkan Balasan