Filesatu.co.id, Banyuwangi | Sederet kegiatan event yang digelar Pemerintah Kabupaten Banyuwangi selama dua hari di Bulan Oktober 2025 dalam kalender Banyuwangi Festival (B-fest) seperti event Gandrung Surf Competition (16-18 Oktober 2025), Batik Festival (17-18 Oktober 2025.
Menarik serangkaian event selama dua hari, seperti lomba mewarnai, mencanting, dan fashion yang digelar di lorong bambu yang unik, juga diisi beragam acara seperti Stand Up Competition, Talk Show, hingga event lari atau Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Run 2025 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember.
Semua itu selain mendukung kegiatan event Pemda Banyuwangi sebagai bagian dari pengembangan sporttourism daerah.
Seperti hari ini, Sabtu (18/10/2025) lebih dari seribu warga Banyuwangi dari berbagai kalangan, mulai komunitas olahraga, masyarakat umum, hingga lembaga jasa keuangan, turut memeriahkan ajang BIK Run 2025. Sabtu (18/10/2025).
Ajang tersebut bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan dan Banyuwangi Batik Festival 2025 yang digelar 17-18 Oktober di Gesibu Blambangan, Banyuwangi.
Peserta lomba lari yang wajib menempuh sejauh lima kilometer dengan rute melintasi kawasan kota, sekaligus menjadi ajang sosialisasi literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat.
Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono bersama Kepala OJK Jember Muhammad Mufid melepas peserta lomba lari BIK Run 2025.
”Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan OJK dalam memperluas pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan keuangan,”kata Mujiono usai melepas peserta lomba.
Menurutnya, melalui kegiatan seperti ini, masyarakat diajak mengenal pentingnya mengelola keuangan dengan bijak sekaligus menjaga kesehatan. Sehat jasmani, sehat finansial,” ujar Mujiono.
Sementara dikesempatan itu, Kepala OJK Jember Muhammad Mufid mengatakan, BIK Run sengaja dimasukkan dalam rangkaian bulan literasi keuangan karena pihaknya ingin menyatukan berbagai aktivitas kehidupan.
“Keuangan sering identik dengan hal yang rumit, tapi sebenarnya bisa kita padukan dengan kegiatan yang menyegarkan seperti olahraga dan budaya,” kata Mufid.
Bahkan kata, Mufid, bukan hanya kegiatan BIK saja, selama bulan inklusi keuangan, OJK bersama lembaga jasa keuangan (LJK) telah menggelar berbagai kegiatan literasi di sekolah, pasar, komunitas pekerja migran, hingga kelompok difabel.
“Ini semua bagian dari upaya kami memperluas literasi dan inklusi keuangan. Hari ini menjadi puncak kebersamaan antara OJK, Pemkab, dan masyarakat,” tutur Mufid.




